Berita Sikka
Pedagang Ikan Kering Pasar Alok Maumere Tetap Bertahan Meski Harga Tidak Stabil
Pedagang ikan di Pasar Alok Maumere Kabupaten Sikka Flores Nusa Tenggara Timur mengeluh tentang harga ikan tidak stabil karena pedagang besar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/JUAL-IKAN-KERING-Hendrikus-Yohanes-Nyoman-49-pedagang-asal-Maumere-Misir.jpg)
Laporan Reporter Magang TRIBUNFLORES.COM, Nona Elsy
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pedagang ikan kering di Pasar Alok, Maumere terus berusaha mempertahankan usahanya meski menghadapi tantangan harga yang tidak menentu, persaingan dengan pedagang besar, hingga risiko kerugian.
Hal itu ungkapkan Hendrikus Yohanes Nyoman (49) seorang pedagang ikan saat ditemui TRIBUNFLORES.COM di Pasar Alok, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/9/2025).
Hendrikus Yohanes Nyoman, atau akrab disapa Nyoman, warga Misir, Kelurahan Madawat, sudah menekuni pekerjaan sebagai pedagang ikan sejak usia delapan tahun hingga kini berusia (49) tahun.
Baca juga: Harga Berbagai Jenis Ikan di Pasar Tingkat Maumere Kabupaten Sikka NTT
Warga Misir, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok ini menjual berbagai jenis ikan kering seperti ikan sunuk dan ikan halus dengan harga bervariasi.
Untuk ikan sunuk, harga bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram, sedangkan ikan halus dijual sekitar Rp 60 ribu per kilogram, tergantung harga dari pemasok.
“Harga naik turun sesuai pasokan. Kalau ambil dari tangan pertama, paling mahal Rp50 ribu, lalu kita jual Rp60 ribu. Dari hasil itu dipakai untuk makan, rokok, sampai biaya sekolah anak,” ungkap pria yang akrab disapa Nyoman ini.
Nyoman yang sejak berusia 8 tahun berjualan ikan kering itu menjelaskan, proses pengawetan ikan yang menggunakan garam kasar sehingga bisa bertahan 1–2 bulan.
Menurut dia, keuntungan yang diperoleh tidak menentu.
Baca juga: Jumlah Penjual Ikan di Pasar Alok Maumere dan Rincian Harga Ikan
“Kalau bagus bisa dapat Rp1 juta sampai Rp2 juta sehari, kalau kurang paling Rp1 juta lebih saja. Tapi hari pasar tidak menjamin laku, malah lebih ramai hari-hari biasa. Soalnya hari Selasa banyak bos (pedagang besar) jual murah supaya cepat habis, kita pedagang kecil susah,”ujarnya.
Selain itu, ia juga pernah mengalami kerugian karena ikan tidak laku dan akhirnya membusuk.
Nyoman berharap pemerintah Kabupaten Sikka memperhatikan pedagang kecil di Pasar Alok.
Sementara itu pedagang lainnya, Maria Alowisia Mena (47) mengaku memperoleh pasokan ikan dari Pulau Pulo.
Jenis yang paling banyak diminati pembeli adalah ikan halus. Harga ikan kering bervariasi, mulai Rp70 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram tergantung kualitas.