Universita Nusa Nipa
Mahasiswa dan Dosen Unipa Olah Ubi Hutan Beracun Jadi Ice Cream di Lewomada Sikka
Sayangnya, pemanfaatan ubi hutan masih terbatas dan sering kali dianggap sebagai bahan pangan alternatif dengan nilai ekonomi rendah.
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PKM-UNIPA-SIKKA-di-TALIBURA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORE.COM, MAUMERE- Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nusa Nipa (Unipa) mengolah Ubi Magal (Ubi Beracun) menjadi ice cream di Desa Lewomada, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat, Elisabet Luju, SH., MM kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere Kamis, 25 September 2025 siang, menjelaskan, di Desa Lewomada memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Salah satunya adalah ubi hutan yang tumbuh liar di berbagai daerah termasuk di Desa Lewomada, Kecamatan Talibura.
Sayangnya, pemanfaatan ubi hutan masih terbatas dan sering kali dianggap sebagai bahan pangan alternatif dengan nilai ekonomi rendah.
Dikatakannya, magal (ubi hutan) beracun yang tumbuh subur di hutan-hutan yang ada didesa lewomada tidak dimanfaatkan menurut opini masyarakat.
Baca juga: Jaksa Agung Burhanuddin Kunjungan Kerja di Kejari Manggarai Barat NTT