Universita Nusa Nipa
Mahasiswa dan Dosen Unipa Olah Ubi Hutan Beracun Jadi Ice Cream di Lewomada Sikka
Sayangnya, pemanfaatan ubi hutan masih terbatas dan sering kali dianggap sebagai bahan pangan alternatif dengan nilai ekonomi rendah.
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/PKM-UNIPA-SIKKA-di-TALIBURA.jpg)
Magal ini hanya dimanfaatkan, ketika masyarakat mengalami gagal panen yang diakibatkan oleh cuaca yang ekstrem yang berdampak pada gagal panen sehingga ini sebagai alternatif pengganti karbohidrat.
Kata dia,. magal (ubi hutan) mengandung racun sehingga butuh ketrampilan untuk mengolah menurut tradisi masyarakat Desa Lewomada bahwa proses pengolahan magal kira-kira 6 hari karena harus direndam di laut beberapa hari untuk menghilangkan racun yang ada di getah magal (ubi hutan ).
Proses perendam menurut masyarakat Lewomada adalah direndam dilaut karena laut memiliki kadar garam yang tinggi yang dapat menghilangkan racun pada magal tersebut.
Dijelaskannya,sesudah proses menghilangkan racun, langkah selanjutnya adalah mengolah ubi magal menjadi tepung dan diimasak serta di campur dengan bahan- bahan untuk ice cream yaitu, susu, maizena,sp dan di masak sampai kental, kemudian di simpan di wadah ice cream dan disimpan di frezer. Ice creaam dari ubi magal ( ubi racun) siap dikonsumsi.
Diketahui, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tersebut diketuai oleh Elisabet Luju, SH, MM, 2 orang dosen dan 2 orang mahasiswa. kegiatan ini dilakukan pada bulan Juli 2025 dengan kelompok sasarannya adalah kelompok UMKM Kuliner Bokang yang di ketuai oleh Marselina Kewa.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News