Gunung Egon di Sikka
Gunung Api Egon di Sikka Mengalami Peningkatan Kegempaan, Masih Level Normal
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Egon, di Kabupaten Sikka, Nusa
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/gunung-egon-dari-jauh.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gunung Egon di Sikka mengalami peningkatan aktivitas kegempaan sejak Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
- Desember 2025 tercatat 50 gempa vulkanik dalam, 2 gempa vulkanik dangkal, dan 20 gempa tektonik lokal; meningkat signifikan dibanding November 2025.
- Pada 4 Januari 2026 tercatat 8 gempa vulkanik dalam dan 1 gempa tektonik lokal. Visual gunung tertutup kabut, asap kawah tidak teramati.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnoldus Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan, terjadi peningkatan aktivitas kegempaan Gunung Egon, di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Senin 5 Januari 2026.
Berdasarkan pemantauan instrumental bulan Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, Gunung Egon menunjukkan peningkatan kegempaan yang signifikan.
Untuk diketahui, erupsi terakhir Gunung Egon terjadi pada Bulan April 2008 yang menghasilkan letusan VEI 2.
Berdasarkan aktivitasnya, Gunung Egon mengalami peningkatan secara signifikan pada bulan Desember 2025 dibanding bulan November 2025. Pada bulan Desember 2025 terekam 50 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 2 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan 20 Gempa Tektonik Lokal.
Baca juga: Pencarian Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo Diperpanjang, Gubernur NTT: Menyangkut Reputasi
Sedangkan Bulan November 2025, terekam 5 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA), 7 kali Gempa Vulkanik Dangkal dan 16 kali Gempa Tektonik Lokal.
Pada tanggal 4 Januari 2026 terjadi 8 kali Vulkanik Dalam dan 1 kali Gempa Tektonik Lokal. Visual dari Gunung Egon tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati.
Meski demikian, tingkat aktivitas Gunung Egon saat ini pada Level I (Normal). Sehubungan dengan tingkat aktivitas pada Level I (Normal), maka direkomendasikan masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendekati serta bermalam di sekitar kawah Gunung Egon untuk menghindari potensi letusan freatik.
Sehubungan dengan peningkatan kegempaan Gunung Egon, masyarakat agar mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, serta tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak benar dan tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Egon, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB, BMKG, K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya. (awk)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News