Minggu, 19 April 2026

Kasus TPPO di Maumere

9 Pekerja Eltras Pub Maumere Tolak Bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Dua Sedang Hamil

Sembilan pekerja asal Jawa Barat yang masih bekerja di Eltras Pub dan Karaoke Maumere menolak menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,

Tayang:
Penulis: Arnol Welianto | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto 9 Pekerja Eltras Pub Maumere Tolak Bertemu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Dua Sedang Hamil
TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO
BERI KETERANGAN- Kuasa hukum Eltras Pub dan Karaoke, Domi Tukan, Senin (23/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak sembilan pekerja asal Jawa Barat yang masih bekerja di Eltras Pub dan Karaoke Maumere menolak menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hendak bertemu mereka pada Senin (23/2/2026).
  • Kuasa hukum Eltras Pub dan Karaoke, mengatakan penolakan tersebut merupakan keputusan para pekerja tanpa adanya paksaan.
  • PLH Sekda Sikka bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mendatangi para pekerja. Namun, mereka tetap menolak untuk bertemu Gubernur Jawa Barat.
 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Sebanyak sembilan pekerja asal Jawa Barat yang masih bekerja di Eltras Pub dan Karaoke Maumere menolak menemui Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hendak bertemu mereka pada Senin (23/2/2026).

Kuasa hukum Eltras Pub dan Karaoke, Domi Tukan, mengatakan penolakan tersebut merupakan keputusan para pekerja tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun.

Awalnya PLH Sekda datang sini menyampaikan supaya dua anak yang hamil di mes Eltras dibawa ke sana untuk menemui KDM, tapi klien kami menolak,” kata Domi.

Untuk memastikan sikap itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (PLH Sekda) Sikka bersama Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) mendatangi para pekerja. Namun, mereka tetap menolak untuk bertemu Gubernur Jawa Barat.

 

Baca juga: Hari Ini Polres Sikka Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan TPPO Pub Eltras Maumere

 

 

Sebelumnya, sebanyak 12 warga Jawa Barat dipulangkan dari Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (23/2/2026). Mereka diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) berkedok pekerjaan sebagai ladies companion (LC).

Pemulangan difasilitasi langsung oleh Dedi Mulyadi yang hadir untuk memastikan kondisi para perempuan tersebut dalam keadaan sehat sebelum kembali ke kampung halaman.

“Dalam rangka memastikan yang 13 korban ini dalam keadaan sehat, dalam keadaan selamat, dan dalam keadaan baik. Sehingga mereka bisa kembali ke Jawa Barat,” ujar Dedi kepada awak media.

Ia menegaskan, meskipun telah dipulangkan, proses hukum tetap berjalan.

“Tetapi proses hukumnya tetap berlanjut. Dan mereka memiliki kesiapan untuk terus mengikuti proses penanganan perkara ini. Dari mulai penyelidikan, sekarang sudah penyelidikan, penetapan tersangka. Kemudian mereka melengkapi berkas nanti di kejaksaan kalau diperlukan, menjadi saksi di pengadilan,” katanya.

 

Baca juga: Suster Ika Penyelamat 13 Korban Dugaan TPPO di Maumere ke Dedy Mulyadi: Pastikan Semua Hak

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved