TOPIK
Keracunan MBG di Kupang
-
Kejadian ini kita bisa sebut musibah nasional, karena keracunan ini bukan saja di NTT, tetapi beberapa sekolah di Provinsi lain juga ada.
-
“Keluhan mereka lebih banyak mual dan sakit perut. Tapi setelah ditangani dokter, rata-rata kondisi sudah lebih baik,” jelasnya.
-
Siswa mengaku hampir semua menu MBG yang disajikan saat itu berbau tidak sedap dan diduga sudah basi, terutama telur, tempe, serta sayur.
-
Siswa SDI Liliba, Timothi Christian Mirakaho, mengaku mengonsumsi nasi dan susu. Tidak lama setelah meminumnya, ia langsung muntah.
-
DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah di NTT ancaman serius.
-
BPOM RI mengungkap temuan bakteri pada sampel makanan bergizi gratis (MBG) yang diperiksa pasca insiden keracunan ratusan siswa
-
BPOM NTT dan Dinas Kesehatan NTT dan Kota Kupang saling lempar umumkan hasil uji sampel Makan Bergizi Gratis (MBG).
-
DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar rapat gabungan antar komisi untuk menyikapi persoalan MBG
-
Sejumlah Siswa SMAN 1 Taebenu, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Selasa (22/7/2025) lalu,
-
Dua Siswa SMAN 1 Taebenu, Rivaldo Malindo Putra Lay dan Juwita Nailasa, siswa Kelas XII IPA 2 mendapatkan
-
Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Yunus Takandewa menyebut situasi itu menyedihkan. Para pihak yg berkaitan harus bertanggungjawab.
-
Ratusan siswa-siswi dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Kupang menolak mengkonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
-
Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk berbagai sekolah