Berita Ngada
NTT Mart Ngada Jadi Titik Singgah Wisatawan Cari Oleh-oleh Khas
NTT Mart Ngada di Art Center Bajawa di Kabupaten Ngada mulai memberi ruang promosi dan pemasaran bagi produk ekonomi kreatif lokal.
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/ADMIN-NTT-MARAT-NGDA.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kehadiran NTT Mart Ngada di Art Center Bajawa mulai memberi ruang promosi dan pemasaran bagi produk ekonomi kreatif lokal.
- Gerai ini menjadi salah satu titik singgah wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Kabupaten Ngada.
- Beragam produk unggulan daerah dipasarkan di NTT Mart, antara lain kain tenun khas Ngada, kerajinan bambu, kopi Arabika Flores Bajawa, serta aneka camilan berbahan baku lokal.
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Kehadiran NTT Mart Ngada di Art Center Bajawa mulai memberi ruang promosi dan pemasaran bagi produk ekonomi kreatif lokal.
Sejak diluncurkan pada 26 Januari 2026, gerai ini menjadi salah satu titik singgah wisatawan yang mencari oleh-oleh khas Kabupaten Ngada.
Beragam produk unggulan daerah dipasarkan di NTT Mart, antara lain kain tenun khas Ngada, kerajinan bambu, kopi Arabika Flores Bajawa, serta aneka camilan berbahan baku lokal.
Produk-produk tersebut merepresentasikan kekayaan budaya dan sumber daya lokal yang selama ini menjadi daya tarik wisata Bajawa dan sekitarnya.
Baca juga: Pemerintah Hadirkan NTT Mart, Pasarkan Produk Unggulan Khas NTT
Admin NTT Mart Ngada, Paskalina Febriyanti G. Wou, mengatakan sebagian besar pengunjung gerai merupakan wisatawan dan pendatang dari luar daerah. Mereka umumnya membeli produk yang mudah dibawa sebagai cendera mata.
“Pengunjung dari luar daerah mendominasi pembeli. Produk yang paling diminati adalah kopi dan kerajinan lokal yang praktis sebagai oleh-oleh,” ujar Paskalina.
Menurut dia, pola belanja tersebut menunjukkan keterkaitan langsung antara sektor pariwisata dan pemasaran produk ekonomi kreatif lokal. Sementara itu, minat masyarakat setempat masih terbatas pada kebutuhan tertentu.
“Warga lokal biasanya hanya membeli kebutuhan seperti beras. Untuk produk seperti kopi, hampir semua sudah tersedia di rumah masing-masing,” katanya.
Baca juga: Menjaga Terang dengan Aman: Cara PLN Labuan Bajo Memaknai Bulan K3 Lewat Simulasi Gempa
Dari sisi pelaku usaha, NTT Mart dinilai membantu memperluas akses pasar bagi pengrajin lokal. Yosep Bheo, penjual kain tenun khas Bajawa, menyebutkan omzet penjualan rata-rata mencapai ratusan ribu rupiah per hari.
“Kalau dirata-ratakan sekitar Rp 300.000 per hari. Yang paling laku itu selendang dan produk kecil lainnya,” ujar Yosep.
Ia mengakui kain tenun berukuran besar masih kurang diminati karena harganya relatif tinggi. Namun demikian, Yosep menilai keberadaan NTT Mart memberi peluang promosi jangka panjang bagi produk tenun Ngada.
Seluruh kain tenun yang dipasarkan di NTT Mart merupakan hasil karya pengrajin lokal dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngada, seperti Langa, Jerebu’u, dan kawasan sekitar Gunung Inerie. Dengan demikian, gerai ini berperan sebagai etalase bersama bagi pelaku ekonomi kreatif daerah.
Dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ngada dan berlokasi strategis di pusat Kota Bajawa, NTT Mart kini menjadi bagian dari penguatan ekosistem pariwisata daerah.
Gerai ini beroperasi setiap Senin hingga Jumat, pukul 09.00–15.00 Wita, dan diharapkan terus mendorong peningkatan nilai tambah produk lokal berbasis budaya.
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.