Berita Ende
Warga Tetandara Desak Pemda Ende Atasi Banjir di Pemukiman
Warga Kelurahan Tetandara di Kota Ende membutuhkan langkah konkrit Pemda Ende mengatasi banjir yang menjadi langganan setiap musim hujan
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Oris Goti
TRIBUN FLORES.COM,ENDE-Genangan banjir di rumah-rumah warga KelurahanTetandara di Kota Ende menjadi langganan setiap musim hujan.Berulangkali warga mendesak pemerintah mengatasinya.
Rubia, warga Kelurahan Tetandara mengatakan bukan baru kali ini rumah warga di RT 05, 06, 07 dan 08 terendam banjir.
Setiap kali hujan deras, rumah mereka pasti terendam banjir mencapai lutut orang dewasa.
"Bukan baru kali e banjir begini. Rumah kami sudah berulang kali terendam banjir. Pokoknya kalau hujan pasti banjir. Kami susah mau aktivitas tidak bisa, sibuk kasih keluar air dari dalam rumah," keluhnya.
Baca juga: Saat Banjir di Ende, Anggota Satpol PP Nekat Masuk Drainase Angkat Sampah
Menurutnya,hujan deras Kamis 23 September pagi hingga sore belum lama berlangsung. Jika hujan berlangsung lebih lama banjir bisa mencapai 1 meter bahkan lebih.
Ketua RT 07 Kelurahan Tetandara, Bunda Agus mengatakan sumber banjir berasal dari dranaise jalan dan dranaise yang menuju Bandara Hasan Aroeboesman Ende.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Ende memikirkan solusi masalah banjir agar tidak terus terjadi.
Sementaradi Jalan Ahmad Yani, warga turun ke jalan menghalau banjir masuk ke dalam drainase agar banjir tidak masuk ke halaman dan rumah mereka.
Baca juga: Penyandang Disabilitas di Ende Tersiram Air Panas,Lukanya Busuk dan Berulat
Warga kesal karena kejadian serupa sudah berulang kali.
Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Ende secepatnya menangani banjir di Kota Ende saat ini sudah masuk musim penghujan.
Beras Bantuan Ikut Terendam Banjir
Ketua RT 07 Kelurahan Tetandara, Bunda Agus sangat sedih karena beras bantuan a dari Dinas Sosial, Rabu 22 September 2021 untuk disabilitass terendam banjir.
Beras tersebut rusak sama sekali dan tidak bisa disalurkan kepada penerima bantuan.
"Mau bagaimana lagi beras sudah terendam tidak bisa bagi lagi ke mereka yang berhak menerima," ujar Bunda Agus,Kamis petang.
Dia mengatakan hujan deras sekitar pukul 10.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita menyebabkan banjir menggenangi rumah warga RT 07 termasuk kios milik Bunda Agus tempat menyimpan beras bantuan.
Baca juga: Pisang Berangan,Ubi Nuabosi dan Tenun Ikat Ende Didaftarkan HAKI
"Jadi pas banjir air masuk ke dalam kios.Saya bingung, mau angkat bagaimana saya orangtua sendiri, mau minta bantu warga tapi mereka juga sibuk urus meraka punya rumah yang kena banjir juga," ungkapnya.
Bunda Agus lalu menyampaikan perihal beras tersebut kepada warga setempat.
Total bantuan beras sebanyak 15 karung berisi 10 Kg/karung.
"Saya sedih sekali, kasihan meraka (penerima bantuan) tidak dapat beras," ungkapnya.
Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende mencatat 151 rumah terendam banjir.
Baca juga: BPBD Ende Turun ke Lokasi Banjir dan Kebakaran
Sekretaris BPBD Ende, Ida Muda Mite mengatakan rumah yang terendam banjir tersebar di RT 05, 06, 07 dan 08 di Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan.
"Data warga yang terdampak belum terdata lengkap untuk sementara kami masih menunggu laporan dari kelurahan-kelurahan. Saya minta para lurah catat semua dampak banjir,"ujar Ida Muda Mite.
BPBD Kabupaten Ende, kata Ida sejak kemarin sudah turun ke lokasi banjir melakukan penanganan darurat, menyedot air menggunakan mesin penyedot.
Ida mengatakan, dampak hujan deras juga mengakibatkan terjadi longsor di Woloweku, Kelurahan Rewarangga Selatan. Satu rumah warga terdampak dan pembatas saluran air di pertigaaan patah.
Baca juga: Ketrampilan Warga Binaan Lapas Ende Diapresiasi Ketua Dekranasda Ende
Selain itu pondasi satu rumah warga di Potu, Kelurahan Kota Ratu, ambruk.
"Tadi kami sudah distribusikan 50 karung untuk diisi pasir atau tanah untuk topang pondasi rumah yang sudah tergantung," ungkapnya.