Berita Nagekeo

Bupati Nagekeo,Lokasi Waduk Lambo Bukan Keputusan Jokowi, Laiskodat Apalagi Don Bosco

Penentuan lokasi Waduk Lambo di Kabupaten Nagekeo berdasarkan kajian ilmiah,bukan keputusan Presiden Jokowi, Gubernur Laiskodat apalagi Bupati Don

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM,Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUN FLORES.COM,MBAY-Bupati Johannes Don Bosco Do menanggapi penolakan warga Dusun Malapoma, Desa Rendubotowe, Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo terhadap lokasi pembangunan Waduk Lambo.

Menurut Bupati Don penetapan lokasi pembangunan Waduk Lambo bukan dilakukan oleh presiden, gubernur atau dirinya sebagai Bupati Nagekeo, tetapi ditetapkan oleh tim ilmiah.

"Lokasi bantalan itu bukan keputusan Jokowi, bukan Keputusan Laiskodat apalagi Don Bosco. Itu keputusan tim imiah. Mereka bertanggung jawab,"tegas Bupati Don kepada TRIBUN FLORES.COM di rumah jabatan Bupati Nagekeo, Jumat 24 September 2021.

Dikatakannya,tim ilmiah telah mempelajari hal-hal yang struktur tanah. Mereka juga telah menghitung daya tampung air pada waduk sehingga memungkinkan untuk dibangun.

Baca juga: Pembangunan Waduk Lambo Rp 1,4 Triliun Ditolak Warga Malapoma Nagekeo

"Ada orang yang jagonya.Dia bertanggung jawab. Kalau dia tentukan di situ dan itu harus diukur, dia akan menampung kekuatan berapa juta kubik. Jadi itu bukan keputusan yang ringan," jelasnya.

Bupati Don mengungkapkan, pembangunan waduk sangat penting untuk ketersediaan air bagi masyarakat di Kabupaten Nagekeo. Sebab semua bentuk pembangunan yang akan dilakukan pasti membutuhkan ketersediaan air.

"Air di Kali Aesesa sudah surut segitu. Jadi isu utama itu water scarcity (kelangkaan air). Jadi kita mau bangun apa saja pasti butuh air. Jokowi omong ulang-ulang, kalau mau bangun airnya mana. Jadi pembangunan Waduk Lambo ini sangat urgen," terangnya.

Diberitakan sebelumnya warga Dusun Malapoma, Desa Rendubotowe, Kecamaten Aesesa Selatan Kabupaten Nagekeo menolak lokasi pembangunan Waduk Lambo meskipun pembangunan proyek senilai Rp.1,4 triliun tersebut sudah mulai berjalan.

Baca juga: Positif Covid-19 di Nagekeo Menurun, Saran Dr.Asep Purnama Jangan Eforia

Warga menolak lokasi proyek tersebut karena akan mengancam warisan budaya yang ada di sekitar wilayah pembangunan waduk. Selain itu lahan milik warga yang ada di sekitar lokasi pembangunan terancam terendam air.

Berita Nagekeo lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved