Berita Kota Kupang
Penemuan Jasad Dibungkus Plastik Hitam, Tiga Malam Kondektur Eksavator Bermalam di TKP
Tiga malam sebelum ditemukan jasad perempuan dan bayi laki-laki, kondektur dan operator eksavator bermalam di lokasi kejadian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ilustrasi.jpg)
Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Ray Rebon
TRIBUN FLORES.COM,KUPANG-Tiga malam sebelum ditemukannya dua jasad dibungkus plastik hitam di lokasi penggalian pipa proyek SPAM Kali Dendeng di RT 01/RW 01, Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu 30 Oktober 2021, kondektur eksavator dan operator bermalam di lokasi penemuan jasad.
"Sebelum saya dan operator eksavator lihat itu bungkusan hitam di dalamnyan terdapat mayat, saya tiga hari tidur di situ. Tetapi tidak ada orang yang lewat pada siang hari maupun di malam hari," kata Semi, Senin November 2021.
Semi mengatakan, saat menemukan kedua jenazah yang diduga ibu dan anak sekira pukul 16.00 Wita, ia hanya bersama operator eksavatornya.
Semula Semi tidak merasa takut, namun ketika melihat kaki dari jenazah perempuan, rasa takutnya muncul. Hingga saat ini ia masih mengingat kejadian tersebut.
Baca juga: Mayat Ibu dan Anak Terbungkus Plastik Gemparkan Warga Kota Kupang
Pantauan TRIBUN FLORES.COM, Senin 1 November 2021, lokasi ditemukannya kedua mayat tersebut, diperkirakan ratusan meter jaraknya dari jalan raya. Letaknya juga jauh dari pemukiman warga.
Di TKP pun hanya dikelilingi pohon-pohon besar dan telah dipasang police line.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat di Kota Kupang dikejutkan dengan penemuan dua mayat berjenis kelamin perempuan dewasa dan bayi berjenis kelamin laki-laki, Sabtu 30 Oktober 2021.
Obetnego Benu (29), operator eksavator menemukan saat itu ia sedang melakukan penggalian tanah untuk saluran pipa air menggunakan eksavator.
Baca juga: Trend Baru Seks di Kota Kupang, LSL Bukan Lagi Sesama Waria Tapi Pria Macho
Saat itu, Semi Leonard Toto (21) menyampaikan kepada Obet ada bangkai binatang yang terbungkus plastik warna hitam dan mengeluarkan bau dan banyak lalat terletak di bekas galian.
Obet mengangkat bungkusan plastik menggunakan eksavator dan memindahkan bungkusan tersebut.
Kemudian Obet berusaha membuka bungkusan tersebut menggunakan eksavator.
Ia kaget karena saat bungkusan terbuka, terlihat sepasang kaki manusia.
Obet langsung menghentikan pekerjaan dan menghubungi penanggung jawab proyek, Feri dan kemudian langsung melaporkan ke Polsek Alak.
Baca juga: Pekerjaan Anak Dibawah Umur, Pemilik PUB di Kota Kupang Ditahan Polisi
Pelaksana Proyek PT. Nindya Karya, Nur Hidayat mengatakan, proyek penggalian pipa air di lokasi tersebut sudah dikerjakan sejak 19 Oktober 2021.
Pekerjaan dihentikan, 24 Oktober karena eksavator yang digunakan berukuran kecil tidak dapat menggali lubang saluran air sesuai kedalaman yang ditentukan.