Kakak Beradik Tewas Terbakar
Pondok Terbakar, 2 Bocah Kakak Beradik Tewas, Ini Respon Pemda dan DPRD Ngada
Ibunda korban, Imel Danda, tak kuasa menahan air mata ketika menceritakan peristiwa nahas yang menimpa kedua anaknya itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dua-Bocah-di-Ngada-Tewas.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Thomas Aquino
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan Sembako dan pakaian untuk korban yang tertimpa musibah kebakaran pondok yang memakan korban jiwa di Desa Keligejo Kecamatan Aimere.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Yohanes Vianey Siwe mengatakan, pihaknya akan turun ke lokasi untuk memberikan bantuan Sembako dan pakian kepada mereka yang tertimpa musibah tersebut.
Saat ditanya soal rumah yang tidak layak huni dan sering berpindah - pindah tempat, Yohanes menjelaskan bahwa tahun ini alokasi anggran untuk bedah rumah tidak ada.
"Berkaitan dengan rumah yang sering pindah - pindah, dinas kami tidak seperti dulu ada alokasi bedah rumah dan itu berlaku sejak ada pandemi Covid-19, karena konsentrasi anggaran sebagian besar terpusat pada Pandemi", ungkap Yohanes ketika dihubungi TRIBUNFLORES.COM, Rabu 2 Februari 2022.
Baca juga: Kakak Beradik Tewas di Ngada Tewas Terbakar, Sang Ibu Masih Menangis, Korban Sangat Rajin & Periang
Lebih lanjut Yohanes menjelaskan akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk sama-sama ke lokasi insiden tersebut.
Pihaknya juga akan berupaya membangun komunikasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk sama - sama membangun kerja sama dengan pihak lain untuk dapatkan pakian yang layak bagi orang tua dan kakak korban pasca bencana kebakaran.
Secara terpisah Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu menyampaikan turut berduka cita yang dalam atas insiden yang menimpa anak dari buah cinta Fidelis dan Imel.
"Secara lembaga DPRD Kabupaten Ngada mengucapkan turut berduka cita mendalam atas kejadian tersebut dan berharap semua stake holder bahu - mambahu membantu keluarga ini dan melihat peristiwa ini sebagai peristiwa kemanusiaan, dan secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah", tutur Berny Dhey.
Terkait rumah yang tidak layak huni Bernadinus Dhey berharap Pemda Ngada bisa menyiapkan rumah yang layak untuk Fidelis dan Imel agar bisa hidup layaknya keluarga lain dan tidak berpindah - pindah lagi.
Baca juga: Sopir Asal Manggarai Diduga Setubuhi Perempuan Dibawa Umur
Masih Berduka
Sebelumnya, keluarga besar, Fidelis dan Imel Danda, masih menyisahkan duka hingga kini.
Pasalnya, kedua anak mereka telah meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran sebuah pondok di Kampung Wawa Desa Keligejo Kecamatan Aimere Kabupaten Ngada, Minggu 30 Januari 2022 lalu.
Korban dalam peristiwa itu adalah kakak beradik, Antonius Ago (6) dan Jufrianus Sura (2).