Berita Flores Timur

Terobosan Ala Camat Adonara Tengah di Flotim, Revolusi Ekonomi hingga Penerima BST Dilarang Berjudi

Menurutnya dia, langkah itu dilakukan untuk meningkatkan ekonomi warga dengan cara tidak melakukan pemborosan di arena judi.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
TEROBOSAN - Kepala Desa Lite, Alexander Asan Adonaen. Ia menerbitkan Perdes yang melarang penerima bantuan dari pemerintah untuk berjudi. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Camat Adonara Tengah Asterius Soge, kembali melakukan terobosan baru diwilayahnya.

Terobosan itu diantaranya, revolusi ekonomi yakni melalui program pengelolaan kelapa terpadu mulai dari pembuatan minyak goreng untuk konsumsi warga dan dedak pakan ternak.

Selain revolusi ekonomi dan revolusi ternak, ia juga melahirkan Perdes wajib belajar 12 tahun dan Perdes tentang keamanan dan ketertiban yang didalamnya mengatur khusus larangan berjudi bagi semua warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), PKH, PIP, Pangan Non Tunai dan lainnya.

Dalam Perdes itu ditetapkan, jika warga penerima BST ketahuan berjudi maka bantuan langsung dihentikan dan dialihkan ke warga lain atau akan digunakan untuk kebutuhan desa.

Baca juga: Proyek Geothermal Wae Sano Manggarai Barat Ramah Lingkungan

 

Inovasi camat ini pun disambut baik Asosiasi Kepala desa Adonara Tengah yang di ketuai oleh Kepala Desa Kenotan, Hironimus Korebima. Ia pun menyatakan siap menerapkan inovasi itu bagi semua desa.

"Hal ini penting karena berdasarkan laporan pihak kepolisian, Kecamatan Adonara Tengah termasuk wilayah yang tingkat judinya sangat tinggi," ujarnya kepada wartawan, Rabu 2 Februari 2022.

Hal menarik lainnya adalah terobosan Kepala Desa Lite, Alexander Asan Adonaen.

Alex bersepakat bersama semua warga penerima BST untuk tidak berjudi.

"Jika berjudi langsung dihentikan bantuan dan warga bersedia tandatangan pernyataan," kata Alex.

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD Lembata Sesalkan Kadis Tidak Hadiri Rekon Bencana

Menurutnya dia, langkah itu dilakukan untuk meningkatkan ekonomi warga dengan cara tidak melakukan pemborosan di arena judi.

"Dengan Perdes itu, masyarakat fokus urus ekonomi dan sumber daya manusia," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved