RSUD Borong Belum Miliki Ruang Isolasi Khusus bagi Pasien Covid-19, Ini Kata Dokter Yori

Meski demikian, rumah sakit tetap menyiapkan dan mengkondisikan ruangan yang ada untuk pelayanan pasien sesuai kemampuan rumah sakit.

Editor: Gordy Donovan
RSUD Borong Belum Miliki Ruang Isolasi Khusus bagi Pasien Covid-19, Ini Kata Dokter Yori
TRIBUNFLORES.COM/HO-DOKTER YORI
Direktur RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, dr. Emilia Yori Dorsi

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Kasus Covid-19 kini kembali melonjak tajam di wilayah Jawa dan Bali dan diperkirakan pada bulan Maret 2022 nantinya akan melonjak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur RSUD Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Dokter Emilia Yori Dorsi, kepada TRIBUNFLORES.COM, Jumat 18 Februari 2022, mengatakan saat ini RSUD Borong belum memiliki gedung atau ruang isolasi khusus bagi pasien Covid-19 serta pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan untuk pasien Covid-19.

Dikatakan dr Yori, RSUD Borong hanya memiliki 1 gedung rawat inap yang saat ini digunakan untuk perawatan pasien bedah dan obgyn.

Lanjut dr Yori, permintaan RSUD Borong untuk pembangunan gedung isolasi, masih akan dibahas.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Amankan Terduga Pelaku dan Penada HP Curian di Manggarai

 

Meski demikian, rumah sakit tetap menyiapkan dan mengkondisikan ruangan yang ada untuk pelayanan pasien sesuai kemampuan rumah sakit.

"Jadi kalau ada pasien Covid-19 yang membutuhkan perawatan rumah sakit untuk sementara akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19,"ungkap dr. Yori.

Ketika ditanya terkait berapa tempat tidur atau Bor yang disiapkan rumah sakit untuk mengantisipasi jika lonjakan pasien Covid-19, kata dr Yori, RSUD Borong tidak memiliki gedung isolasi khusus bagi pasien Covid-19.

"Agak susah dijawab, karena tidak punya gedung isolasi khusus. Tapi, kalau sampai ada lonjakan kasus, berarti rumah sakit mau tidak mau harus menggunakan ruang Rawat Inap untuk perawatan pasien Covid yang berarti akan berpengaruh pelayanan pasien non Covid-19 yang selama ini sudah berjalan,"kata dr. Yori. (*)

Berita Manggarai Timur Lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved