Berita Lembata
Dirikan Lembata Sport dan Security, Wilem Lodjor Bilang Satpam Itu Pekerjaan Mulia
Karena itu setelah SMP Budi Bhakti Kalikasa (1980) ia hanya mau jadi guru. Ia pun melanjutkan ke Sekolah Guru Olahraga (SGO) di Kota Kupang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pendiri-Lembata-Sport-dan-Security-Wilem-Lodjor.jpg)
Di Jakarta ia pun memulai semuanya dari nol. Awalnya ia mencoba jadi petinju tetapi hal itu tidak lama digelutinya. Ia pun dengan segera mencari pekerjaan sebagai satpam sebagai penopang hidup.
Karena Tinju
Ketika ditanya, mengapa ia mendirikan Lembata Sport dan Security, pria yang pernah menyelenggarakan event tinju pro di Nagekeo, Larantuka, Lembata, dan Kupang ini mengatakan bahwa tinju telah membuat ia bertahan hidup di Jakarta.
Dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi, ia terus melatih diri, mengasah skill. Berkat latihan ia sempat meraih beberapa juara.
Tetapi suatu saat, ketika dalam pertandingan lain, Wilem babak belur. Ia keluar ring dengan muka berdarah. Meski kalah tetapi Bambang Sutrisno, Direktur Utama Golden Trully Bank Surya mencarinya ke ruang ganti. Ia merasa tertarik karena meski Wilem pendek tetapi pantang menyerah. Bambang pun menawarkan pekerjaan sebagai satpam yang ia geluti dengan sungguh-sungguh dan disiplin hingga kini.
Ada anekdot lucu. Dua hari setelahnya, ketika muka masih lebam akibat tinju ia ke kantornya pak Bambang. Sampai di sana, para satpam mengira ia merupakan seorang residivis yang barusan dipukul karena melakukan tindakan kriminal. Sejak saat itu pekerjaan satpam digeluti hingga mengantarnya mendirikan lembaga Lembata Promotion Sport dan Security yang merupakan sebuah usaha di bidang satuan pengamanan di Jabodetabek.
Dari pekerjaan itu ia juga mempekerjakan banyak mahasiswa yang terpaksa ‘nyambi’ sebagai satpam demi membiayai kuliah mereka. Wilem memegang lisensi dan Option sebagai promotor tinju nasional dengan brand “WL Lembata Boxing Promotion” dan telah menyelenggarakan 18 perhelatan tinju professional.
Saat ini, pria yang juga menjadi pendiri Yayasan Koker Niko Beeker ini telah mempekerjakan 160 orang pegawai di berbagai perusahaan seperti Bank Bumi Artha, Proyek PLN Kranji dan Tambun. Selain itu menjaga juga pabrik di Gunung Putri, Pabrik Walet, Asrama Dokter Andalusia Serpong, Klinik Biomedika Menteng, Kantor Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), pabrik Kaca dan berbagai tempat lainnya.
Kerja Mulia
Saat ditanya, setelah melewati proses yang tidak mudah hingga sampai pada titik ini, apa nasihat yang bisa diberikan kepada para Yunior baik olahragawan maupun siapapun juga yang ingin bekerja sebagai tenaga pengamanan satpam?
Bagi Wilem, orang tidak boleh malu menjadi satpam karena menjadi satpam adalah kerja yang mulia. Disebut mulia karena kita melindungi orang lain, memberikan kenyamanan kepada pimpinan dengan memberikan kenyamanan kepada manusia dan aset yang dimiliki.
Bagi dia, pekerjaan ini sangat mulia. Banyak orang misalnya tidak melihat pekerjaan satpam dengan dua mata, hanya dengan mata sebelah. Mereka mungkin lebih melihat orang yang bekerja sebagai politisi. Hanya apakah politisi yang korup mereka masih dianggap mulia? Lebih baik menjadi satpam yang mulia dari awal hingga akhir, demikian ungkapnya bangga.
Selain itu, kepada para pekerjanya ia berpesan untuk terus berpegang teguh pada 3 prinsip yaitu: jujur, disiplin, dan loyalitas. Orang harus jujur. Pekerjaan yang diberikan harus dilaksanakan dengan jujur dan tidak boleh menggunakan cara-cara tak elok untuk menguntungkan diri. Selain itu disiplin.
Dalam kedisiplinan ini berarti orang sangat cinta pekerjaan dan dia bisa mengontrol diri tanpa harus dikontrol orang lain. Dan terakhir orang diharuskan loyal. Orang yang mempekerjakan kita dan memberi kita hidup maka kita juga harus ‘all out’ kepada pemberi kerja. Itulah loyalitas. (*)