Flores Bicara TribunFlores

Kepala SMP di Maumere Ini Bagikan Kiat Belajar Daring pada Masa Pandemi

ketika Covid-19 mulai muncul, Vitalis Paskalis Sukalumba, rupanya telah membentuk Paguyuban Kelas.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/GG
FLORES BICARA - Talk Show Flores Bicara Kiat Belajar di Tengah Pandemi Covid 19, Senin 7 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Laus Markus Goti

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pandemi Covid-19 telah membatasi beragam aktivitas dan ruang gerak manusia, tidak terkecuali dalam dunia pendidikan, yang mana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, sangat bergantung pada eskalasi kasus Covid-19.

Kendati demikian, Pandemi Covid 19, tidak serta - merta mematikan kreativitas para guru dan murid dalam hal mendidik, belajar serta transfer ilmu pengetahuan.

Kepala SMP Negeri 1 Maumere, Vitalis Paskalis Sukalumba, dalam Talk Show Flores Bicara,Senin 7 Maret 2022, yang dipandu oleh Agnesia Dhelti, berbagi tentang kiat Belajar di tengah Pandemi Covid-19.

Baca juga: FLORES BICARA : Yuniarta Salon dan SPA Maumere Beri Solusi Cantik dan Sehat

Pada penghujung 2019, ketika Covid-19 mulai muncul, Vitalis Paskalis Sukalumba, rupanya telah membentuk Paguyuban Kelas.

"Jadi ketika Maret 2020, ketika penyebaran Covid-19 kian masif, orang bingung bagaimana menemukan metode pembelajaran, kami sudah punya Paguyuban Kelas. Lewat Paguyuban Kelas ini, mempermudah kami untuk koordinasi yang mana juga melibatkan orangtua, Pemerintah Kelurahan dan Desa," kata Paskalis.

Menurutnya, selama pandemi Covid-19, pembelajaran lebih banyak dilakukan secara darig. Dari sisi teknis, SMP Negeri 1 Maumere tidak menemui kendala berarti, karena hampir semua muridnya tinggal di wilayah kota sehingga mudah mengakses internet.

Namun, ada juga sebagian kecil murid yang tidak memiliki handphone Android. Pihak sekolah mengambil kebijakan, sebagian kecil murid ini bisa belajar di sekolah dengan menggunakan fasilitas sekolah termasuk akses internet.

Kendati demikian, Paskalis, menilai pembelajaran daring kurang efektif, karena sejatinya, murid juga seharusnya tumbuh dalam kebersamaan dengan teman - teman dan guru.

Baca juga: Melanggar AD/ART, Sembilan Anggota DPRD Partai Berkarya NTT Diganti

Oleh karena itu, SMP Negeri 1 Maumere, mendorong peran aktif dari orangtua, guru dan murid itu sendiri. Para guru tidak hanya memberikan tugas kepada murid, tetapi juga berkewajiban memantau murid. Bahkan, para guru perlu mendatangi rumah murid.

Sementara itu, para murid, di luar tugas mata pelajaran, wajib menemukan hal baru dan masalah di lingkungan sekitarnya dan menawarkan solusi. "Contoh, soal sampah. Mereka mengamati di lingkungan sekitar, kalau ada sampah yang dibuang tidak pada tempat, mereka perlu cari tau mengapa seperti itu dan bagaimana solusinya," urai Paskalis.

Paskalis menjelaskan, metode tersebut, untuk merangsang murid berpikir kreatif, kritis. Hal ini juga agar para murid tidak jenuh belajar daring.

Lepas dari SMP Negeri 1 Maumere, Paskalis menguraikan, pembelajaran daring, akan sangat sulit dan tidak efektif bagi murid Sekolah Dasar, khususnya kelas I - IV. "Mereka pasti jenuh dan mereka ini kan baru mulai belajar. Syukur kalau orangtua mereka setia mendampingi saat belajar," ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan Tribunners, manakah pendidikan yang lebih utama, pendidikan karakter atau ilmu pengetahuan dalam situasi Pandemi Covid-19?, Vitalis menegaskan kedua - keduanya harus tetap berjalan bersama.

Baca juga: BPOLBF Akan Remajakan Hutan Bowosie Sebagai Wisata Ecotourism

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved