Jumat, 22 Mei 2026

Berita Maumere

Pesona Jembatan Batu Desa Kojadoi di Sikka

Ia juga menjelaskan, jika pengunjung dari luar ingin ke tempat itu, biaya kapalnya sekitar Rp. 30.000 per orang.

Tayang:
Editor: Gordy
zoom-inlihat foto Pesona Jembatan Batu Desa Kojadoi di Sikka
TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA
JEMBATAN BATU - Pesona Jembatan Batu dari Puncak bukit Batu Purba, Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin 14 Maret 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pulau Kojadoi rupanya tak asing lagi bagi sejumlah wisatawan di tanah air maupun mancanegara.

Pulau ini merupakan Desa Wisata Kojadoi.

Ada yang unik dan menarik disana, namanya Jembatan Batu.

Jembatan batu atau sering disebut sebagai jembatan asmara terletak di Desa Kojadoi yang menghubungkan Desa Kojadoi dan pulau Koja Besar, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

Baca juga: Kunjungi Labuan Bajo, Airlangga Serukan Menang Pilpres,Pileg dan Pilkada

 

Pesona jembatan ini, akhir-akhir ini banyak menarik wisatawan dari luar.

Sekretaris badan usaha milik desa (Bumdes) Moniase, Kojadoi, Muhamad Salihun, mengungkapkan banyak wisatawan yang datang ke tempat ini, untuk menikmati keindahan jembatan batu atau yang biasa disebut warga dengan nama jembatan asmara.

"Banyak wisatawan yang datang, apalagi sebelum pandemi, kita menerima banyak wisatawan, mereka datang kesini untuk menikmati pesona keindahan jembatan itu lewat bukit batu purba yang terletak di ujung kompleks pemukiman warga ini," ungkap Salihun saat dijumpai TRIBUNFLORES.COM Senin 14 Maret 2022.

Ia juga menjelaskan, jika pengunjung dari luar ingin ke tempat itu, biaya kapalnya sekitar Rp. 30.000 per orang.

Baca juga: Majalah The One Mag Beri Penghargaan untuk Relawan Taman Daun, John Batafor

"Jarak tempuh dua jam gunakan kapal biasa 2 jam, kalau kapal cepat harganya bervariasi tergantung kesepakatan bersama, jarak tempuh sekitar 45 menit dari kota Maumere khususnya Nangahale," tuturnya.

Lanjutnya, untuk biaya 1 paket (rombongan) sekitar Rp. 700.000 untuk satu kapal.

"Biasanya tergantung kesepakatan juga dijemput di Maumere atau tinggal ditunggu di Pelabuhan La Malino Desa Kojadoi," pungkasnya.

VAKSINASI - Warga Kojadoi saat menerima Vaksin di Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin 14 Maret 2022.
VAKSINASI - Warga Kojadoi saat menerima Vaksin di Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Senin 14 Maret 2022. (TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA)

Untuk penginapan, kata Muhamad Salihun, di sana juga ada home stay.

"Di sini ada home stay, ada sepuluh rumah home stay, total kamar seluruhnya 18 buah, satu malam Rp. 150.000, untuk makan minum sehari pengunjung bisa siapkan uang Rp.100.000 lebih," ujarnya.

Namun, selama ini pihaknya lebih banyak menerima pengunjung yang datang perkelompok sebab menurutnya, untuk perorang, harga sewanya mahal.

Ia juga menambahkan disana pihaknya sudah menyediakan pemandu untuk wisatawan yang dikelola Bumdes (bumdes Monianse) Desa Kojadoi.

Terkait penerangan berupa listrik, di Desa Kojadoi mereka menggunakan Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Baca juga: SMPK Santo Pius Lewoleba Launching Buku Antologi Puisi

"Disini Pake PLTS untuk penerangan, 2019, lancar 1 hari 4 Kwh," Kata Muhamad Salihun.

Warga lainnya, Majiani, mengungkapkan, turap itu memang terlihat memanjakan mata jika dilihat dari puncak bukit batu purba.

Dirinya menerangkan, Panjang Jembatan batu tersebut 680 meter, lebar 3 meter, tinggi 3 meter atau 3 setengah meter pada bagian tertentu, sedangkan tinggi bukit batu purba tersebut sekitar 50-60 meter lebih.

Terkait pembangunan turap atau jembatan batu tersebut, Majiani, menjelaskan jembatan tersebut dibangun oleh warga selama beberapa tahun dengan menimbun batu, adapun tujuan pembangunan awal jembatan tersebut adalah untuk mempermudah akses ke sekolah-sekolah yang ada di Pulau Koja Besar.

"Awal jembatan itu dibangun, dengan tujuan supaya anak-anak kami yang mau ke sekolah di pulau besar tidak kesulitan mereka hanya cukup memyeberangi laut tersebut melewati turap atau jembatan batu itu," ungkap Majiani.

Baca juga: Derita OGDJ Manggarai Barat, Ditinggal Suami, Dipasung 24 Tahun dan Tidur Beralas Papan

Pantauan TribunFlores.Com, turap atau jembatan batu tersebut jika dilihat dari puncak bukit batu purba, memiliki daya tarik dan pesona keindahan tersendiri.

Banyak wisatawan pose dengan latar belakang jembatan batu.

Mereka tampak senang karena itu disebut sangat unik dan menarik.

Usai berfoto mereka bergegas meninggalkan kawasan itu. Foto-foto di posting pada media sosial mereka.

Minta Bangun Puskesmas

Sebelumnya, Pulau Kojadoi merupakan Desa wisata di Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka.

Wilayah ini dapat dikunjungi dengan menggunakan kendaraan laut, seperti perahu dan kapal-kapal lainnya. Karena memang, letaknya cukup jauh dari jantung Kota Maumere.

Warga Kojadoi, Majiani, mengungkapkan, jarak tempuh dari Maumere ke Desa Kojadoi menggunakan kapal sekitar 2 jam perjalanan.

"Salah satu hal yang menjadi keluhan warga di sana adalah minimnya pelayanan kesehatan," ujar kata Bendahara Desa Kojadoi, Majiani, saat diwawancarai TribunFlores.Com, Senin 14 Maret 2022.

Majiani mengungkapkan, salah satu kekurangan di desa mereka adalah minimnya akses pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas.

VAKSINASI - Suasana pelaksanaan vaksin Covid 19 di Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Senin 14 Maret 2022.
VAKSINASI - Suasana pelaksanaan vaksin Covid 19 di Desa Kojadoi, Kecamatan Alok Kabupaten Sikka, Senin 14 Maret 2022. (TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA)

"Kami disini kekurangan pelayanan kesehatan, kita mau berobat saja harus menempuh jarak yang cukup jauh, yakni di Puskesmas Teluk, yang dapat ditempuh menggunakan kapal motor," ujarnya.

Bahkan katanya, ada ibu hamil asal desa Kojadoi pernah melahirkan di atas perahu, karena jarak tempuh puskesmas yang jauh.

"Pernah itu ada ibu hamil, yang melahirkan diatas perahu, kalau soal pelayanan kesehatan kami disini masih kurang," tuturnya.

Oleh karena itu harapan Majiani, pihak pemerintah dapat membangun fasilitas kesehatan berupa Puskesmas disekitar wilayah mereka.

"Kita berharap pemerintah dapat bangun puskesmas di sini supaya kita jangan pergi jauh-jauh,"ungkapnya.

Baca juga: Ibu Hamil Melahirkan di Atas Perahu, Warga Kojadoi Minta Bangun Puskesmas

Sementara warga lainnya, Sam, menjelaskan Desa Kojadoi kini masi

Akhir-akhir ini Desa Kojadoi menjadi pusat perhatian publik lantaran pesona jembatan batunya yang memikat jika dipandang dari atas bukit purba sekitar kompleks pemukiman warga Kojadoi," ujar Sam.

Kata Sam, turap dengan panjang 680 meter, lebar 3 meter, tinggi 3 meter maupun sebagian 3 setengah meter sering disebut oleh warga dari luar wilayah Kojadoi dengan nama "jembatan asmara".

"Warga dari luar sering sebut ini tempat sebagai jembatan asmara, kalau kami biasa kami sebut dengan jembatan batu," ungkapnya.

Dibalik keindahan alamnya, Desa Kojadoi masih perlu dibenahi.

Sementara itu, Palaksa Lanal Maumere, Letkol Laut (P) Samsul Bahari, S.E, S.Tr. Opsla., dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan Vasksinasi massal oleh Muhammadiyah di desa tersebut menyebutkan, saat ini pemerintah tengah mengusahakan pembangunan Puskesmas di pulau Koja besar melalui dana pinjaman daerah.

"Kedepannya kita lagi usahakan untuk dibangunnya Puskesmas di sekitar wilayah ini, dengan demikian pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di sini lebih mudah,"ujarnya. (Cr1).

Berita Maumere lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved