Berita Flores Timur

Bupati Flores Timur Bilang Guru Sertifikasi Tak Berhak Terima TPP

Menurut dia, bagi kelompok guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi, tidak lagi berhak menerima TPP.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon menjawab polemik pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi kelompok guru non sertifikasi yang selama dua bulan ini belum dibayar.

Menurut dia, bagi kelompok guru yang sudah menerima tunjangan sertifikasi, tidak lagi berhak menerima TPP.

"Selama ini kita berjuang untuk bayar, tapi Sekda menyampaikan bahwa ada aturan yang memang tidak memungkinkan. Jika mau begitu, berarti dihentikan. Kita sedang diskusi terus menerus. Jika mau menerima TPP, maka harus berhenti terima tunjangan sertifikasi, bukan dua-duanya. Itu akan menjadi problem untuk mereka ke depan karena menerima dua tunjangan. Itu yang dipertimbangkan sekarang. Kapan diksekusi untuk kelompok guru non sertifikasi, nanti dilihat, pasti dalam waktu dekat," ujarnya kepada wartawan, Kamis 24 Maret 2022.

Baca juga: Kasus Penyerangan Rumah Warga, Kades Nusanipa di Flores Timur Dituntut 8 Tahun Penjara

 

Sebelumnya, melalui akun facebook resmi Antonius Hubertus Gege Hadjon (Bupati Flores Timur) tertanggal 25 November 2021 menyebut, pembayaran TPP untuk ASN di Flores Timur sudah dibayarkan.

"Pembayaran TPP untuk ASN di Flores Timur sudah dilaksanakan. Namun atas asas kehati- hatian, Pemkab Flotim belum merealisasikan TPP bagi kelompok guru non sertifikasi. Setelah melaksanakan konsultasi lanjut, maka pada peringatan Hari Guru hari ini, saya memerintahkan agar Dinas PKO dan BKAD untuk mulai memproses pembayaran TPP untuk kelompok guru non sertifikasi. Selamat Hari Guru untuk guruku. Mohon maaf saya tidak bisa hadir bersama menjawabi undangannya," tulis Bupati Flotim.

Ketua PGRI Flores Timur, Maksimus Masan Kian, mengatakan hingga kini para guru ASN mempertanyakan informasi tersebut.

Pasalnya, hingga Maret 2022, belum ada tanda-tanda realisasi sesuai informasi yang diterima para guru di Kabupaten Flores Timur, sejak November 2021 itu.

Baca juga: Pedagang Pasar Alok Mengeluh Tenda Jualan Dibongkar, Rugi Belasan Juta

"Guru-guru sangat kecewa, karena sampai saat ini belum dibayar," ujarnya kepada wartawan, Jumat 18 Maret 2022.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved