Pembangunan Waduk Lambo
Warga Pro dan Kontra Ribut di Lokasi Pembangunan Waduk Lambo/Mbay
Namun warga Rendubutowe menolak melakukan ritual oleh warga Kawa merasa lokasi waduk adalah tanah ulayatnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Sejumlah-warga-pro-dan-kontra-ribut-saat-ritual-adat-yang-digelar-Suku-Kawa.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, NAGEKEO - Sejumlah potongan video berdedar di media sosial.
TRIBUNFLORES.COM menerima sejumlah potongan video itu, Jumat 25 Maret 2022 sekitar pukul 05.53 Wita.
Dalam video itu tampak sejumlah warga sedang ribut di sesuatu tempat.
Dari penelusuran TRIBUNFLORES.COM, menyebutkan dalam video itu adalah sejumlah warga yang pro dan kontra pembangunan Waduk Lambo/Mbay di Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Mengenal Tradisi Ule Nale, Kearifal Lokal yang Masih Dilestarikan di Sikka
Saat itu mereka ribut di lokasi pembangunan Waduk Desa Rendubutowe Kecamatan Aesesa Selatan kabupaten Nagekeo, Kamis 24 Maret 2022.
Keributan diduga dipicu akibat warga yang pro pembangunan hendak melakukan ritual adat namun dihalau oleh warga yang menolak.
Beruntung keributan tidak memicu aksi kekerasan.
Tampak sejumlah warga yang pro dari Kampung Kawa terlibat adu mulut dengan warga kampung Rendubutowe sesaat ketika warga Kampung Kawa hendak melakukan ritual adat di lokasi pembangunan waduk.
Baca juga: Pertanggungjawaban Dana BOS dan Pengelolaan Aset Daerah Hambat Flotim Raih WTP
Namun warga Rendubutowe menolak melakukan ritual oleh warga Kawa merasa lokasi waduk adalah tanah ulayatnya.
Warga Kawa merasa lokasi waduk adalah ulayat mereka sehingga hendak dilakukan ritual adat.
Kedua belah pihak saling klaim atas hak kepemilikan lokasi yang hendak dijadikan pembangunan waduk Lambo Mbay yang merupakan proyek strategis nasional Presiden Joko Widodo.
Beruntung keributan tidak sampai menimbulkan aksi anarkis.
Warga juga masih melarang sejumlah alat berat milik kontraktor yang hendak melakukan aktivitas di lokasi pembangunan waduk.
Warga Rendubutowe masih menolak pembangunan Waduk Lambo Mbay di lokasi Lowo Se karena penunjukan lahan untuk pembangunan waduk dilakukan secara sepihak tidak sesuai dengan kesepakatan yang akan mengorbankan hak hidup mereka.
Baca juga: Mgr.Edwaldus Martinus Sedu; Sinode Bahas Masalah Kita dan Diri kita