Berita Nagekeo

Taman Bacaan Pelangi Dirikan 10 Perpustakaan Ramah Anak di Nagekeo

TB Pelangi mendapatkan penghargaan “Anugerah Nugra Jasadarma Pustaloka 2013” dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-IKRAM
DIRESMIKAN - Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do bercerita dengan siswa-siswi SD usai meresmikan salah satu perpustakaan ramah anak di Kabupaten Nagekeo, Senin 28 Maret 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Sebanyak 1.785 anak di 10 Sekolah Dasar di Kabupaten Nagekeo kini mendapatkan akses buku bacaan yang berkualitas melalui 10 perpustakaan ramah anak baru yang didirikan oleh Taman Bacaan Pelangi.

Acara peresmian perpustakaan-perpustakaan baru ini dimulai hari ini dan dihadiri oleh Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo Venantius Minggu.

Rangkaian peresmian 10 perpustakaan ramah anak ini berlangsung hingga 1 April 2022.

Baca juga: 411 Jiwa di Manggarai Barat Terancam Pergerakan Tanah

 

Bupati Kabupaten Nagekeo Johanes Don Bosco mengapresiasi Taman Bacaan Pelangi yang sangat memperhatikan pendidikan di Kabupaten Nagekeo.

“Atas nama masyarakat Kabupaten Nagekeo, saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada Taman Bacaan Pelangi atas kepedulian dan upayanya dalam membantu meningkatkan kebiasaan membaca anak-anak serta peningkatan kualitas guru di Nagekeo. Ini adalah upaya yang luar biasa. Perpustakaan ramah anak ini menjadi kolaborasi yang baik untuk kedepannya demi peningkatan mutu kualitas pendidikan,”ujar Bupati Don Bosco dalam siaran pers yang diterima TRIBUNFLORES.COM Senin 28 Maret 2022.

Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do bercerita dengan siswa-siswi SD usai meresmikan
CERITA - Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do bercerita dengan siswa-siswi SD usai meresmikan salah satu perpustakaan ramah anak di Kabupaten Nagekeo, Senin 28 Maret 2022.

Literasi merupakan hal dasar yang wajib dikuasai oleh setiap anak. Sayangnya, di Indonesia, data dari Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018, menunjukkan tingkat literasi Indonesia mendapat ranking 10 terbawah yaitu peringkat ke-69 dari 77 negara. Pada tahun 2018, literasi membaca Negara Indonesia mendapatkan skor 371, tahun 2015 mendapat skor 397. Skor PISA tahun 2018 menurun dari tahun 2015.

Menurut data Kemendikbud statistik persekolahan SD tahun 2019-2020 bahwa dari 109.051 perpustakaan sekolah dasar baik negeri maupun swasta di 34 provinsi, ternyata yang mengalami kondisi kerusakan ringan, sedang, dan berat sebanyak 95.124 perpustakaan (87 %).

Artinya, jumlah perpustakaan dalam kondisi baik hanya sedikit yaitu 13 % perpustakaan.

Baca juga: Pramuka MTs Negeri 4 Flores Timur Gelar Perjusa

Sementara itu, data Puslitjakdikbud dalam ringkasan eksekutif Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) tahun 2019 menyebutkan angka rata-rata indeks Alibaca Nasional masuk dalam kategori aktivitas literasi rendah yaitu berada di angka 27.32 %.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ternate
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved