KKB Papua
Mahfud MD Bilang Papua Bukan Daerah Darurat
"Berarti kan lebih darurat. Yang normal saja ribuan di sana cuma 111 masa kita mau berlebihan," imbuh dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Menko-Polhukam-Mahfud-MD.jpg)
TRIBUNFLORES.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Hak Asasi Manusia (Menkopolhukam), Mahfud MD menyatakan Papua bukanlah daerah darurat.
Pernyataan Menkopolhukam menyusul anggapan masyarakat soal Papua sebagai kondisi darurat, sehingga menimbulkan kekeliruan.
Hal itu berdasarkan dari hasil perburuan senjata ilegal yang hanya sebanyak 111 buah.
Baca juga: Festival Bale Nagi Jadi Lokomotif Pemulihan Ekonomi Masyarakat
"Di Papua itu hasil perburuan senjata ilegal itu hanya 111, kalau mau dikatakan darurat. Sementara kalau kamu ke Kalimantan, Maluku, Aceh, ke Jakarta itu ribuan senjata ilegal yang beredar," kata mahfud, usai mengisi ceramah di Masjid Kampus UGM Yogyakarta, Minggu (3/4/2022) malam.
"Berarti kan lebih darurat. Yang normal saja ribuan di sana cuma 111 masa kita mau berlebihan," imbuh dia.
Sekarang ini, pemerintah sedang melakukan analisis. Sehingga kebijakan yang diterapkan adalah pendekatan kesejahteraan, bukan tempur.
"Tempur itu tetap diperlukan ketika terjadi di luar batas dan sudah memenuhi keadaan tertentu. Selama tidak ya itu keamanan biasa," ujar dia.
Penanganan KKB sekarang baru dianalisi oleh pemerintah. Terpenting sekarang Papua diperlakukan sebagai daerah normal.
Baca juga: 60 Ton Minyak Goreng dari Surabaya Masuk ke Flores Timur
"KKB itu kan ada di daerah tengah aja, daerah yang sangat sempit di tengah. Dan itu kita treatment secara biasa-biasa aja," katanya.
Sebelumnya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar gedung sekolah dan menganiaya seorang guru sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menyatakan keprihatinannya.
"Bagaimana generasi muda Papua bisa maju dan cerdas bila gedung sekolah dibakar dan gurunya dianiaya," tutur Fakhiri, Jumat (2/4/2022).
Menurutnya kemunduran di bidang pendidikan akan terjadi jika bangunan sekolah dibakar dan guru dianiaya.
Dia berharap KKB tak lagi membakar fasilitas umum sehingga anak-anak dapat bersekolah dengan nyaman.
"Mari kita semua menjaga fasilitas pendidikan dan kesehatan sehingga anak-anak bisa mendapat pendidikan seperti halnya anak di daerah lainnya," kata dia.
Baca juga: Aktivitas Kantor Dispenduk Malaka Kembali Dibuka Setelah Pertemuan Pemilik Lahan
Aksi KKB membakar gedung dan menganiaya guru terjadi di Distrik Hitadipa yang bersebelahan dengan Distrik Sugapa, pada Rabu (30/3/2022).
Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengungkapkan, peristiwa bermula ketika anggota melihat ada kepulan asap dari arah Kampung Hitadipa. "Kejadian berawal sekitar pukul 17.50 WIT.
Terkait hal itu, anggota melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa KKB telah membakar gedung sekolah satu atap Hitadipa," katanya, Kamis (31/2/2022). (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Papua.com dengan judul Mahfud MD: Papua Bukan Daerah Darurat