Lakalantas di Pegaf Papua Barat
Ketua Kerukunan Flobamora Papua Barat Sebut 29 Penumpang dalam Truk, Ada Anak Usia 3 Tahun
Sebanyak 18 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dalam kecelakaan tersebut. Peristiwa nahas terjadi pukul 03.00 WIT.
Polisi juga mendirikan posko di depan kamar jenazah untuk mempercepat identifikasi korban.
"Mereka yang kritis saat ini dirawat di Rumah sakit Pratama di Distrik Warmare," kata Gultom.
Identitas Belasan Korban Meninggal
Berikut ini nama identitas dari 16 orang korban meninggal dunia saat kecelakaan lalu lintas di kilo 10 jalan trans Pegunungan Arfak menuju ke Manokwari, Papua Barat, dihimpun Tribun-Papua.com:
Andre (27) merupakan sopir dan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) bertempat tinggal di Arowi Kabupaten Manokwari.
Servasius Lelok (40) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sowi empat Manokwari.
Alexander Mauk Butak (43) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Sanggeng Manokwari.
Ardianus Kin berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Susweni Manokwari.
Linda (20) bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Susweni Manokwari.
Baca juga: Rem Blong hingga Hantam Tebing Penyebab Lakalantas yang Menewaskan 18 Warga NTT di Papua Barat
Paulus berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
Istin Nahak (3), berasal dari Atambua NTT, bertempat tinggal di Reremi, Manokwari.
Hengki Boymau (32), berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Santus berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Stevanus Malik (39) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh, bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Edmon Aliando berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
Bernadus Nahak (25) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.