Lakalantas di Pegaf Papua Barat
Ketua Kerukunan Flobamora Papua Barat Sebut 29 Penumpang dalam Truk, Ada Anak Usia 3 Tahun
Sebanyak 18 warga Nusa Tenggara Timur (NTT) tewas dalam kecelakaan tersebut. Peristiwa nahas terjadi pukul 03.00 WIT.
Yohanes A Tomauk (25) Atambua NTT, bekerja sebagai buruh.
Vincensius K Nahak (41) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Fanindi Manokwari.
Gregorius Kefi (43) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sowi empat Manokwari.
Lau Servas (35) berasal dari Atambua NTT, bekerja sebagai buruh dan bertempat tinggal di Sanggeng Manokwari.
Sementara, identitas dua korban lainnya masih dalam proses konfirmasi.
Baca juga: Lakalantas di Papua Barat, 18 Warga NTT Tewas, 1 Korban dari Sikka
Gubernur Papua Barat Sampaikan Turut Berduka Cita
Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mendatangi kamar jenazah RSUD Manokwari, untuk melihat para korban kecelakaan lalu lintas di Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Rabu (13/4/2022).
Kunjungan tersebut juga didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Otto Parorongan, Direktur RSUD Manokwari dr Alwan Rumosan dan Kepala Suku Flobamora.
"Kami turut berduka cita atas peristiwa ini, semoga para korban mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan," ujar Gubernur, Rabu.
Ia mengaku, kecelakaan tragis ini sebagai peristiwa yang terbesar di Kabupaten Manokwari.
"Ini merupakan peristiwa kecelakaan mobil paling besar dan memakan banyak korban," kata Mandacan.
Selain itu, Kepala Suku Flobamora Papua Barat, Clinton Tallo menyebut, para korban akan diberangkatkan ke Nusa Tenggara Timur NTT, Kamis (14/4/2022) besok.
"Kita akan mencarter pesawat dari Manokwari ke NTT," tuturnya.
"Pihak yang mempekerjakan para korban ini bertanggung jawab mereka memfasilitasi korban kembali ke kampung bersama keluarganya," pungkasnya.
Baca juga: 18 Warga NTT Korban Lakalantas di Pegaf Papua Barat Besok akan Dibawa ke Kampung Halaman
Penjelasan Ketua Flobamora