Lakalantas di Pegaf Papua Barat

Detik-detik Plastik Pembungkus Jenazah Alfonsius Dibuka, Keluarga: Nong admon e, hauuee, nong e

"Sedikit lagi kita akan melakukan penguburan," ungkapnya kepada TribunFlores.com, Jumat 15 April 2022.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / NOFRI FUKA
MISA PELEPASAN - Suasana misa pelepasan Alfonsius di rumah duka Kecamatan Talibura, Sikka, Jumat 15 April 2022. 

Laporan Reporter TRBUNFLORES.COM, Nofri Fuka

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Hari ini menjadi hari terakhir bagi keluarga untuk melihat jenazah Admon secara langsung.

Menurut penuturan, kepala Dusun Nebe C Ferdinandus Seran, sebentar lagi jenasah Alfonsius Admon Aliando, akan dikuburkan.

"Sedikit lagi kita akan melakukan penguburan," ungkapnya kepada TribunFlores.com, Jumat 15 April 2022.

Baca juga: Jenazah Korban Lakalantas Asal Sikka Dikuburkan Hari Ini

Namun sebelum korban lakalantas di Papua Barat asal Sikka, Alfonsius Admon Aliando (39) yang akan dikuburkan disamping ayahnya yang telah mendahuluinya, terlebih dahulu plastik pembungkus jenazahnya dibuka.

Penantian yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, tampak keluarga sangat berantusias melihat jenazah korban secara langsung. Dengan isak tangis, mereka memadati sisi peti korban.

Tangisan serta ungkapan hati lewat kata-kata nampak mengalir begitu sendu dan pilu menghiasi seisi ruang rumah duka.

"Nong admon e, hauuee, nong e," demikian kata yang diucapkan disertai isak tangis oleh salah seorang keluarga dari korban.

Ponakan Admon, Bayu nampak menggendong seorang anak kecil, air matanya tak henti-hentinya mengalir dari pipinya.

Semua keluarga memadati ruang yang sempit untuk melihat wajah almarhum Admon.

Meskipun sempat dilarang oleh pihak pembuka jenazah supaya jangan memyentuh tubuh korban, namun itu tak mempan, sebagian keluarga akhirnya dapat menyentuh korban.

Setelah plastik pembungkus jenazah dibuka, acara dilanjutkan dengan ibadat pemakaman jenazah tepat berada di depan rumahnya.

Baca juga: Wisatawan Terbawa Arus Cunca Wulang, BPOLBF Akan Rembuk Dengan Pemda Mabar


Tiba di Rumah Duka

Sebelumnya, jenazah Alfonsius Admon Aliando (39) tiba di rumah duka di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Kamis 14 April 2022, pukul 17.30 wita.

Istri dan keluarga menyambut dengan tangisan histeris. Ada anak-anak, ibu, bapak, yang muda maupun yang tua tak kuasa menahan tangis.


Mereka berdiri dan menatap penuh haru dan tangis saat jenazah diturunkan dari mobil ambulance.

"Dede saya mau peluk dede, aduh Tuhan saya tidak kuat lagi," demikian salah satu keluarga korban berujar sambil menangis.

Pantauan TribunFlores.com, Jenazah tiba dalam keadaan terbungkus terpal, keluarga dekat melakukan upacara adat agar jenazah dapat disemayamkan didalam rumah sesuai dengan adat di sini.

Suasana nampak begitu mencekam, suara nyaring tangisan menggema di seisi ruangan.

Salah seorang ibu berbaju hitam, mengenakan sarung khas Maumere menangis sambil menyebutkan kecuali kamu mati karena sakit, ini tidak.

Ada keluarga lainnya, salah seorang anak berbaju hitam tak kuasa berdiri ia harus digotong saudaranya, lantaran, menangis tanpa henti sambil menyebut dede, saya mau peluk dede, secara berulang-ulang.

Demikian, jenazah digotong oleh warga, warga nampak tumpah ruah. Mereka hadir melihat iringan mobil jenazah yang membawa korban.

Menurut informasi yang diperoleh jenazah akan dimakamkan pada hari esok, Jumat 15 April 2022.

Daniel Saya Kaget

Sebelumnya, pria asal Maumere, Alfonsius Admon Aliando (39) meninggal karena lakalantas di Papua Barat.

Keluarga dan sahabat kenalannya di Maumere sangat berduka. Mereka tenggelam dalam kesedihan dan duka yang mendalam.

Pantauan TribunFlores.com, Kamis 14 April 2022, nampak di rumah duka milik korban di Maumere, tepatnya di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, warga dan keluarga berdatangan dan menunggu jenazah korban yang akan dikirimkan dari Papua Barat.

Isak tangis istri dan anak serta keluarga maupun warga yang hadir tak terbendung.

Ferdinandus Seran, teman dekat korban saat ditemui TribunFlores.com mengungkapkan sosok Alfonsius Admon Aliando (39) adalah orang yang sangat peka dan pekerja keras serta bertanggung jawab.

"Ia orangnya pekerja keras, dan bertanggung jawab, keberangkatannya ke Papua dikarenakan ketidaktegaan dirinya melihat kondisi ekonomi keluarga yang terbilang tak berkecukupan begitu," tuturnya.

Kepergian almarhum yang diketahui meninggalkan Istri dan anak tunggalnya yang masih berusia 6 tahun, mengagetkan warga sekitar.

Daniel Seran mengaku kaget saat mendengar berita kematian korban.

"Saya kaget, awalnya saya pergi fotocopy di tetangga, dan sampai tetangga kasih tau bilang nong Admon meninggal, saya kaget dan merasa ngeri sebab korban meninggal karena kecelakaan yang terbilang tragis," ungkapnya.

Ia mengungkapkan Almarhum Admon adalah sosok yang sangat baik, pekerja keras.

"Kami ini tetangga, dia tamatan SPMA Boawae, ia anak yang baik, kami kenal baik dia pendiam tapi pekerja keras," ungkapnya.

Lanjut Daniel yang merupakan pensiunan Sekretaris desa ini, Admon adalah orang yang bergaul bebas dan meskipun ia orangnya pendiam.

Daniel menjelaskan, sosok Admon ini, berangkat ke Papua karena mau mencari uang untuk membangun rumahnya di Talibura di Kabupaten Sikka.

"Ia ini ke Papua karena mau cari uang, untuk bangun rumahnya, di Nebe sini, hanya apa mau dikata, Tuhan yang berkehendak, kita hanya pasrah saja," ujarnya.

Daniel juga menuturkan bahwa korban akan dimakamkan pada keesokan harinya.

Menikah Bulan Juni

Sebelumnya, satu orang korban lakalantas di Papua Barat asal Sikka, Alfonsius Admon Aliando akan menikah pada bulan juni 2022.

Hal ini disampaikan oleh Ketua seksi Pastoral Keluarga di Paroki Maria Bintang Laut Nebe, Daniel Seran.

Kata Daniel keberangkatan Almarhum ke Papua bertujuan mencari uang untuk membangun rumah dan persiapan nikahnya pada bulan Juni 2022.

"Ia ini ke Papua untuk cari uang buat bangun dia punya rumah. Ia juga mau nikah pada bulan juni 2022 ini," ungkap Daniel kepada TribunFlores.com, Kamis 14 April 2022.

Daniel menjelaskan almarhum Admon sebelum berangkat ke Papua berpesan untuk istrinya Daniel agar menjadi juru masak nanti saat Almarhum dan istrinya menikah.

"Ia ini sebelum jalan sampaikan pesan kepada istri saya, ia bilang nanti saya nikah Na'a (tanta) yang masak untuk kami," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, mereka sudah mendaftar, dan tinggal kursus persiapan pernikahan jika ia kembali dari Papua.

"Mereka ini sudah daftar, tinggal khursus hanya, yah begitulah, ini rencana Tuhan,"ujarnya.

Sehingga, Daniel ketika melayat bersama istrinya ke rumah duka, tak mampu menahan tangis sebab, pesan yang ia dititipkan almarhum waktu itu masih membekas dalam ingatannya.

Ia berharap almarhum dapat beristirahat dengan tenang di surga.

"Kita berharap yang terbaik, kita yakin ia pasti sudah tenang di surga," pungkasnya.

Diketahui Almarhum meninggalkan istrinya, Kristina Neing dan anaknya, Antonia Krisanta yang berusia 6 tahun.

Tiba di Maumere

Sebelumnya, Isak tangis keluarga pecah saat pesawat yang mengakut jenazah Alfonsius Admon Aliando(39) di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis 14 April 2022 sekitar pukul 16.00 Wita.

Alfonsius Admon Aliando(39) salah satu korban kecelakaan maut di Papua Barat, Rabu April 2022 kemarin.

Keluarga tampak histeris dan terus menyebutkan nama almarhum Alfonsius Admon Aliando.

"Kasihan, kasihan, kasihan,"ujar sejumlah anggota keluarga sambil menangis.

Pantauan TRIBUNFLORES.COM di Bandara Frans Seda, perwakilan keluarga Flobamora Papua Barat, menyerahkan kepada pemkab Sikka dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga korban.

"Hari ini saya kami dari keluarga besar Flobamora Papua Barat menyerahkan korban kepada keluarga,"ujarnya.

Ia menyebutkan sebanyak 18 korban itu sebenarnya ke Kota untuk mengikuti pekan suci. Namun kecelakaan itu membuat mereka harus terjadi seperti ini.

Ini murni kecelakaan tunggal. Jadi kami serahkan kepada pemkab Sikka.

Mewakili Pemda Sikka, menyampaikan turutr berduka cita dan menyiapkan satu mobil jenazah untuk membawa jenazah ke rumah duka di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka Nusa tenggara timur.

Tulang Pungggung Keluarga

Sebelumnya, suasana duka menyelimuti rumah duka Alfonsius Admon Aliando(39) salah satu korban kecelakaan maut di Papua Barat, Kamis 14 April 2022.

Hingga pukul 12.00 Wita, keluarga korban masih menunggu Jenazah korban di rumah duka yang berada di Dusun Mamamai Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur.

Pantauan Tribunflores.com, Keluarga,Sahabat dan kenalan masih terus berdatangan ke rumah duka sambil menunggu kedatangan jenazah yang akan tiba di bandara Fransiskus Seda Maumere sore ini.

Menurut, Ferdinandus Seran (56) teman dekat Alm.Alfonsius Admon Aliando(39) mengatakan Almarhum berangkat dari Maumere ke Papua barat pada tahun 2020 bersama seorang temannya.

"Karena himpitan ekonomi,Almahrum merantau ke Papua pada tahun 2020 berasma temannya"ujarnya

Namun,dalam perjalanan, almarhum berpindah tempat kerja di salah satu perusahan tambang emas di Papua Barat.

Dimata Ferdinandus seran,almahrum merupakan tulang punggung keluarga,ia terpaksa merantau karena himpitan ekonomi.

Almahrum meninggal dunia, meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berumur 6 tahun.

Nampak, raut kesedihan tak bisa disembunyikan istri korban.Isak tangis pun masih terdengar yang berasal dari keluarga korban.

Warga sekitar yang datangpun juga ikut berduka, lantaran tak menyangka tetangga mereka pergi dengan cara yang terduga.

Diterbakan ke Kupang

Sebelumnya, sebanyak 18 jenazah korban truk maut di Pegunungan Arfak, Papua Barat, diterbangkan menuju menuju Bandara Eltari Kupang, Kamis (14/4/2022).

Semua korban yang merupakan penambang emas ini adalah warga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Isak tangis pecah saat warga NTT di Manokwari berbondong-bondong mengantar 18 jenazah korban kecelakaan maut di Kilometer 10 Turunan Panjang, Distrik Minyambouw, Kampung Duadbey tersebut.

Jenazah 18 orang yang terdiri dari 16 pria dewasa, satu perempuan dewasa dan satu balita tiga tahun itu dibawa ke Bandara Rendani untuk diterbangkan menggunakan pesawat carter menuju Bandara Eltari Kupang.

"Pemulangan jenazah ke kampung halaman ditanggung oleh pengusaha tambang emas yang mempekerjakan mereka," kata Kepala Suku Flobamora di Papua Barat, Clinton Tallo, melansir Kompas.com, Kamis (14/4/2022).

Selain jenazah, pengusaha tambang emas juga turut memfasilitasi kepulangan keluarga korban kecelakaan maut ke Kupang.

Mereka menumpang pesawat carteran Lion Air.

"Tiba di Kupang nanti kemudian dilanjutkan ke kampung halaman masing-masing," katanya.

Clinton menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga proses evakuasi dan pemulangan 18 jenazah berjalan dengan baik.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur, Pangdam XVIII/ Kasuari, Wakapolda Papua Barat, Bupati bersama Wakil Bupati Manokwari, Kapolres Manokwari bersama jajarannya, Basarnas Manokwari serta insan pers juga semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan, terima kasih banyak membantu kami masyarakat NTT,” ucapnya.

Pantauan Kompas.com, 18 jenazah diturunkan dari dump truck Kodam XVIII/ Kasuari menuju ruang cargo.

Jalan di sekitar bandara sempat macet karena dipadati warga yang menyaksikan jenazah diterbangkan ke kampung halaman mereka. (*)

Berita Lakalantas lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved