Berita Lembata
Komunitas Bonsai Lembata Tanam 300 Pohon di Mata Air Lite Ulumado
Memperingati Hari Bumi tanggal 22 April 2022, Komunitas Bonsai Lembata menghijaukan kawasan mata air Erewuju di Desa Lite, Kecamatan Nubatukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KOMUNITAS-BONSAI-LEMBATA.jpg)
“Mata air adalah sumber kehidupan kita, dimana saja kita berada, yang pertama adalah air. Mungkin hal-hal lain seperti jalan dan listrik kita bisa raba-raba tapi air menjadi faktor utama,” ujarnya.
Oleh karena itu, sambung Herman, “Kami dari Komunitas Bonsai Lembata menggagas dan melaksanakan penanaman pohon di sumber mata air ini."
Baca juga: DPRD Lembata Ingatkan Profesionalisme Pengerjaan Proyek Dibayai Dana PEN
Di akhir sambutannya, dia berharap agar tanaman yang sudah ditanam bisa dirawat oleh masyarakat desa. Dia juga mengharapkan agar areal di sekitar mata air yang cukup luar itu bisa ditanam dengan tanaman-tanaman yang bisa menyerap air.
“Atas suksesnya pelaksanaan kegiatan hari ini, kami dari KBL mengucapkan terima kasih kepada bapak Kades beserta seluruh masyarakat Lite Ulumado yang dengan semangat bersama KBL menanam pohon. Kami juga berterima kasih kepada Kepala KPHL Lembata, Bapak Linus Lawe beserta jajarannya yang menyumbang dan menyuplai bibit pinang lokal. Terima kasih juga kepada unsur TNI yang sempat hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lite Ulumado, Kon Ruing mengatakan bahwa kegiatan ini bukanlah penghijauan tapi kita menanam pohon untuk mempertahankan mata air.
“Kita kalau penghijauan beda dengan mempertahankan mata air,” tandasnya, dan mengucapkan terima kasih kepada KBL yang telah menggagas dan melaksanakan penanaman pohon.
Baca juga: Dana PEN Lembata Rp 56 Miliar Sudah Dicairkan
Jones Jogo, salah satu anggota KBL menyatakan bahwa sangat gembira dan bangga bisa berkunjung langsung ke mata air dan menanam pohon.
“Saya rasa gembira dan bangga sekali bisa kunjung kesini (mata air) dan menanam pohon. Selama ini, saya hanya minum air tapi tidak pernah lihat mata air. Ternyata ini mata air yang memenuhi kebutuhan air kita di Lewoleba,” tegas Jones, Putra Ngada yang menetap di bilangan Akelohe ini.
Sebelum kembali ke Lewoleba, KBL disuguhi makanan lokal yang disediakan oleh ibu ketua PKK Desa Lite Ulumado bersama anggotanya. Penganan lokal yang didominasi oleh ubi-ubian itu sangat nikmat sehingga semua anggota KBL dan semua masyarakat yang hadir makan dengan lahap bahkan sisanya dibungkus untuk jadi ole-ole.