Berita Lembata

Komunitas Bonsai Lembata Tanam 300 Pohon di Mata Air Lite Ulumado

Memperingati Hari Bumi tanggal 22 April 2022, Komunitas Bonsai Lembata menghijaukan kawasan mata air Erewuju di Desa Lite, Kecamatan Nubatukan.

Editor: Egy Moa
HUMAS KBL
Komunitas Bonsai Lembata (KBL) melakukan penghijauan di kawasan mata air Erewuju di Desa Lite Ulumado, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Memperingati Hari Bumi tanggal 22 April 2022, Komunitas Bonsai Lembata (KBL) melakukan penghijauan menanam 300 pohon pinang lokal di kawasan mata air Erewuju di Desa Lite Ulumado, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata.

KBL memandang bahwa air yang merupakan kebutuhan vital manusia di bumi harus dijaga dan dilestarikan. Air harus dijaga dan dipertahankan dengan cara menanam dan merawat tanaman yang dapat menyimpan air terutama di mata air. 

Untuk itu, dalam rangka menjaga bumi bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tahun 2022, Komunitas Bonsai Lembata (KBL) melaksanakan penanaman pohon untuk menjaga air di mata air Erewuju di Desa Lite Ulumado, Sabtu, 23 April 2022. 

Kurang lebih 200 anakan pinang lokal ditanam di lokasi mata air sementara sekitar 100 anakan dibagi kepada masyarakat desa untuk ditanam di pekarangan mereka di sekitar mata air.

Baca juga: Anggota Pores Lembata Dipukul Lalu Diseret ke Tempat Gelap

KBL memilih mata air Lite Ulumado karena menurut KBL, mata air tersebut merupakan salah satu mata air yang menyangga kebutuhan air bersih Kota Lewoleba sejak awal.

Terkait dengan tanaman yang cocok untuk mata air, KBL berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Lembata. 

Kepala KPHL merekomendasikan untuk menggunakan anakan pinang lokal yang sudah disiapkan oleh KPHL Lembata Resort Atadei di Kalikasa.

Tanaman pinang sangat baik untuk menyerap air hujan kedalam tanah. KPHL mendukung kegiatan KBL dengan mengalokasikan 300 anakan pinang lokal yang diantar langsung dari Desa Katakeja ke Desa Lite Ulumado.

Baca juga: Bawaslu Lembata Resmikan Pojok Pengawasan

Ketua KBL, Herman Ola Egi pada kesempatan penanaman pohon pertama bersama Kades Lite Ulumado mengatakan bahwa kami dari Lewoleba datang menanam pohon ini, semoga air yang ada di dalam menjadi bertambah dan bertahan untuk anak dan cucu selamanya. 

“Kami dari Lewoleba, kami datang untuk menanam pohon ini. Semoga air yang ada di dalam tetap menjadi bertambah dan bertahan untuk anak cucu selama-lamanya. Ini berkaitan dengan hari bumi, kami cinta padamu, kami sayang padamu,” ucapnya.

Penanaman pohon dilaksanakan secara bergotong royong antara KBL, Kades dan aparat desa, masyarakat, OMK dan unsur TNI. 

“Kami semua bergerak dari depan kantor BPD dengan menggotong anakan yang disiapkan menuju lokasi mata air yang berjarak sekitar 100 meter dengan menyusuri jalan setapak yang cukup curam. Penamanan dilaksanakan sekitar 3 jam sejak pukul 08.30 Wita. Masyarakat sangat antusias menanam dan mereka berjanji untuk merawat karena tanaman ini memeiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi berkaitan dengan kebiasaan turun-temurun makan sirih pinang,” ujar Herman.

Baca juga: Penyidik Kejari Lembata Sita Kapal Pinisi

“Dulu pinang banyak sekali di lokasi ini, tapi karena semakin tinggi dan kami tidak bisa panjat lagi maka kami potong semua. Sejak kami potong pohon pinang ini, debit air menurun. Kami senang sekali karena hari ini kita tanam lagi dan pasti kami akan petik buahnya nanti tapi kami tidak tebang lagi,” ungkap seorang warga, berkisah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved