Berita Lembata

Kemenhub Alokasikan Rp 73 Miliar Pembangunan Pelabuhan Lewoleba

Kementrian Perhubungan RI akhirnya mengaloksikan anggaran Rp 73 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi dermaga dan kawasan Pelabuhan Lewoleba.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Dermaga di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI mengalokasikan anggaran Rp 73 miliar untuk pembangunan kawasan pelabuhan dan Dermaga Lewoleba.

Pembiayaan proyek melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini merupakan kebijakan Kemenkeu, Kementerian PPN/Bappenas dan 11 kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba, Abdul Syukur Muklis, menjelaskan tahun ini dan tahun depan akan ada proyek pembangunan infrastruktur dermaga dan kawasan sekitarnya di daerah Lembata, NTT. Tahun ini dianggarkan  Rp 5 miliar untuk membangun beberapa fasilitas pendukung di kawasan pelabuhan.

Sejumlah fasilitas pendukung itu di antaranya, pekerjaan jalan menuju peti kemas (tempat penumpukan barang), serta bangun fasilitas penerangan baik di dalam maupun di luar areal pelabuhan.

Baca juga: Kedua Kali, KPU Lembata Raih Peringkat Terbaik IKPA KPPN Larantuka

"Yang 5 miliar itu sudah cair untuk dikerjakan tahun ini," ungkapnya.

Kemudian pada tahun 2023, Kemenhub kembali mengalokasikan anggaran Rp 68 miliar untuk merehab total dermaga tersebut mengingat kondisinya sudah tidak layak digunakan, serta berpotensi membahayakan.

Ada tiga bagian dermaga yang direncanakan dikerjakan pada proyek tahun 2023 itu yakni, rehab total dermaga Pelra (Pelabuhan Rakyat), serta dermaga dua dan dermaga tiga termasuk causeway atau jalan penghubung antara dermaga dengan darat.

"Kita jamin setelah selesai dibangun, masyarakat akan nikmati hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan untuk warga dengan sendirinya tumbuh di sana," katanya.

Baca juga: Data Ibu dan Bayi di Lembata Gunakan Aplikasi Simatneo

Kendati sudah ada alokasi anggaran yang begitu besar dari pemerintah pusat, namun persoalan di lapangan sepertinya belum menemukan titik simpul yang pasti.  Beberapa area yang katanya bakal diserahkan oleh Pemda Lembata kepada Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut itu masih gantung hingga saat ini.

Tiga space area itu antara lain, pintu masuk wilayah pelabuhan (zona portal dan karcis), lapangan penumpukan kontainer terminal dan air minum (PDAM).

"Penyerahan ini, saya sebagai perpanjang tangan dari pemerintah pusat masih tunggu sampai sekarang, mereka di pusat juga selalu tanya, Lembata punya kapan," Imbuhnya.

Dia meminta agar secepatnya Pemda Lembata bersama lembaga legislatif menyikapi hal ini karena jika dibiarkan lama maka anggaran puluhan miliar tersebut berpotensi digeser ke kabupaten lain.

Berita Lembata lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved