Idul Fitri 2022
Lautan Manusia Padati Lapangan Berdikari-Mbay Tunaikan Sholat Id
Lautan manusia memadati Lapangan Berdikari di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Senin 2 Mei 2022 menunaikan sholat idul fitri 1443 hijriah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/SHOLAT-DI-MBAY.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi
TRIBUNFLORES.COM, MBAY-Lautan manusia memadati lapangan Berdikari di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Senin 2 Mei 2022 menunaikan sholat idul fitri 1443 hijriah.
Berdasarkan pantauan, tampil sebagai Khotib yakni Ustadz Ibnu Mas'ud, S.Pd, M.Pd, tampil sebagai Imam Ustadz H. Drs. Natsir Muhammad Muadzin dan Ust. Abdul Malik Manetma.
Dalam kotbahnya, Ustadz Ibnu Mas'ud mengatakan bahwa, hari ini ada kebahagian karena dapat berjumpa dengan bulan syawal terasa semakin lengkap karena bisa berkumpul dengan keluarga besar.
Anak bisa berkumpul dengan orang tuanya, orang tua bisa merayakan hari kemenangan dengan anak-anak, menantu dan cucunya, saudara bisa menikmati makanan hari raya bersama saudara-saudaranya untuk bernostalgia dengan masa indah sewaktu kecil dahulu. Tetangga dan keluarga lain bisa saling mengunjungi, bermaaf-maafan dan saling menikmati hidangan hari raya.
Menurutnya, bagi sebagian umat, pada hari raya kali ini terasa kurang lengkap karena kali ini merayakan lebaran tanpa kehadiran orang tua, anak, cucu maupun saudara.
Baca juga: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nagekeo Gelar Lomba Literasi Dasar Baca Tulis
Ketidakhadiran orang-orang yang disayangi bisa disebabkan karena terhalang jarak, atau karena sedang tidak bertegur sapa, maupun mereka telah meninggalkan dunia
yang fana ini.
Jika sebagian umat pada hari ini termasuk ke dalam kelompok tersebut, tidak bertegur sapa dengan orangtua, entah orangtua yang berada pada posisi yang berbuat khilaf maka, datangilah orang tua, bersimpuhlah dihadapan mereka dan minta maaflah kepada mereka.
"Ingatah seberapa pun besarnya kesalahan orang tua pada kita tidak sebanding dengan kebaikan dan kasih sayang mereka kepada kita. Kalau orang tua kita jauh, kunjungilah mereka," ungkapnya.
Ustadz Ibnu meminta supaya jangan merasa berat mengorbankan sedikit harta untuk biaya mengunjungi mereka. Jangan tunggu harta melimpah baru mau mengunjungi orang tua. Ingatlah kehadiran anak apalagi bersama cucu adalah anugerah yang sangat indah bagi orang tua dibandingkan harta.
Baca juga: Bupati Nagekeo Serahkan SK 163 CPNS
"Kunjungilah orang tua, karena kita tidak tahu kalau kunjugan kita kali ini adalah kunjungan kita terakhir sebab setelah kunjungan ini, mungkin orang tua kita telah dipanggil oleh Allah atau kitalah yang lebih dahulu dipanggil oleh Yang Maha Kuasa," ujarnya.
Ustadz Ibnu menambahkan, kalau ada tetangga, saudara atau keluarga yang tidak bertegur sapa dengan mereka, maka inilah saatnya untuk saling memaafkan.
Untuk buang jauh-jauh ego. Tanamkan dalam diri siapapun pasti pernah berbuat salah, maka jalan terindah adalah dengan memohon maaf dan memberi maaf.
"Tidakkah kau rindukan saat-saat indah berkumpul dengan saudaramu, saat keluarga membantumu menunaikan hajatmu. Tidakkah kau ingat tetanggamulah yang selama ini peduli dan membantu kesalahanmu," ungkapnya.
Baca juga: Kasus Pemuda Gagahi Anak Yatim di Nagekeo, Pelaku Terancam 9 Tahun Penjara
Menurutnya, bulan yang mulia, Ramadhan baru saja meninggalkan umat muslim. Tentu, sebagai orang yang beriman, setelah menjalankan berbagai ibadah yang berkaitan dengan Ramadhaan harapannya mendapat
predikat muttaqin.
"Karena Ramadhan melatih kita untuk menjadi hamba Allah yang bertakwa. Sehingga pantaslah jika kita menyebut Ramadhan sebagai bulan pelatihan. Berhasil tidaknya suatu pelatihan, bukan dilihat pada saat pelatihan itu berlangsung, tetapi saat pelatihan itu telah berakhir. Begitu pula dengan pelatihan Ramadhan untuk mencetak manusia-manusia bertakwa," ujarnya.