Kasus Pencurian di Sikka

Kronologi Tukang Ojek di Sikka Bawa Kabur Tas Seorang Nenek Asal Ende

"Dia (pelaku) beli air aqua di salah satu kios depan SPBU. Saat mereka mau lanjutkan perjalanan, pelaku langsung tancap gas bawa serta barang-barang k

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Ilustrasi Pencurian Tas 

Sejumlah teman korban mengaku kaget dan selama satu malam itu banyak barang hilang.

Mereka menyebutkan ciri-ciri pelaku berbadan kecil, memakai kaos merah dan berambut keriting.

"Pelaku buka kelambu saya langsung bangun dan dia ambil pisau, saya teriak, saat dia ambil pisau itu, saya langsung pegang di pisau itu, saya teriak tolong itu, dia lari,"ujarnya.

Ia mengatakan pagi harinya, langsung menuju UGD RSUD Tc Hillers Maumere untuk mengobati jarinya yang terkena luka pisau itu.

Ia mengaku tidak ada barang yang sempat diangkut oleh pelaku.

Pedaganga launnya, Anastasia Meranti (52) mengatakan, ia juga pernah kehilangan Hand phone di pasar Alok.

Pasar Alok menurut mereka sudah sangat tidak nyaman karena aksi pencurian di Pasar Alok sudah sering terjadi.

Menurut mereka, kasus ini sudah sangat meresahkan.

BERITA SIKKA LAINNYA:

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang melanda sebagian wilayah di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis 9 Juni 2022 siang.

Angin kencang menimbulkan kepanikan pada warga. Bahkan, atap sebuah rumah di wilayah kampung nelayan wuring kecamatan Alok Barat nyaris ambruk diterjang angin.

Sehingga membuat warga panik berhamburan dan trauma, sehingga mereka memilih berjaga di reruntuhan atap rumah khawatir angin susulan kembali datang menerjang.

Menurut Haji Jufri, Sebelum terjadi badai, langit yang semula cukup cerah berubah menjadi gelap. Tak lama, turun hujan dengan intensitas sedang. Hanya dalam hitungan detik, hujan menjadi deras disertai angin kencang.

"Kami sempat panik, tiba-tiba saja hujan disertai angin kencang" katanya.

Sementara itu,dari pantauan TribunFlores.com, pasca kejadian tersebut sebagian nelayan wuring berlarian ke lokasi tambatan perahu untuk menarik perahu mereka yang terombang-ambing di laut karena gelombang.

Halaman
1234
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved