Kasus Pencurian di Sikka

Kronologi Tukang Ojek di Sikka Bawa Kabur Tas Seorang Nenek Asal Ende

"Dia (pelaku) beli air aqua di salah satu kios depan SPBU. Saat mereka mau lanjutkan perjalanan, pelaku langsung tancap gas bawa serta barang-barang k

Editor: Gordy Donovan
ISTIMEWA
Ilustrasi Pencurian Tas 

Kepanikan muncul lantaran hembusan angin kencang yang kembali menerjang wilayah mereka.

Kisah Kornelis

Sementara itu, salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pariwisata.

Kebijakan PPKM dari Level 1 hingga 4 membuat sejumlah lokasi wisata terpaksa tidak bisa beroperasi.

Dampaknya, banyak para pemandu wisata di daerah kehilangan pekerjaan, karena tak ada wisatawan yang berkunjung.

Seperti yang dialami Kornelis Ka'u (55) , seorang pemandu wisata di Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.

Sebelum pandemi Covid-19, ia melakukan banyak hal di sektor pariwisata, freelance guide, dan marketing paket wisata pariwisata di wilayah Flores ke relasi bisnis di luar Pulau Flores.

Selama menggeluti berbagai pekerjaan itu, secara finansial dia tidak mengalami kesulitan.

Kornelis mengaku, saat wabah corona masuk di Flores pada awal Maret 2020, dirinya belum merasakan dampak.

Bermodalkan semangat, Kornelis pun beralih profesi berjualan bensin di pinggir jalan trans Maumere-Larantuka.

"Pandemi ini membuat saya alih profesi, saya mencari cari cara bagaimana untuk bertahan hidup, akhirnya saya putuskan untuk jualan bensin di pinggir jalan," katanya Kamis 9 Juni 2022.

Meski demikian, keuntungan dari hasil penjualannya hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Selain itu, menurut Kornelis masih banyak pemandu wisata di kabupaten Sikka yang beralih profesi gegara Pandemi antara lain ada yang menjadi buruh bangunan.

Kornelis berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir agar sektor pariwisata kembali hidup.

BERITA SIKKA LAINNYA:

Sementara itu, Puskesmas Watubaing kembali merawat satu orang pasien Malaria, Rabu 8 Juni 2022.

Diketahui, pasien tersebut merupakan warga Dusun Klatang Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT.


Menurut data dan informasi yang berhasil dihimpun, diketahui pasien tersebut terserang Malaria ketika sejumlah tenaga kesehatan dari Puskesmas Watubaing menggelar Puskesmas Keliling di dusun tersebut.

Dari hasil pemeriksaan dari 66 kepala keluarga di dusun Klatang, salah satunya terserang malaria.

"Dari hasil pemeriksaan,salah satu warga Dusun Klatang terserang Malaria dan kami menganjurkan untuk berobat ke Puskesmas Watubaing," ujar Dokter Puskesmas Watubaing, dr.Servas, Rabu 8 Juni 2022 malam.

Lanjut dr. Servas, hingga saat ini, pasien tersebut sedang menjalani perawatan intensif di Puskesmas Watubaing.

Sebelumnya, tercatat enam warga Talibura terserang Malaria dalam sepekan terakhir.

Enam warga Talibura terserang Malaria ini dirawat di Puskesmas Watubaing.

Enam penderita Malaria tersebut merupakan warga Nangahele, Kampung Baru, Nebe dan Klatang Kajowain.

Kasus Malaria

Sebelumnya, kasus malaria kembali mewabah di kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur setelah sempat mereda beberapa tahun terakhir.

Tercatat enam warga Talibura terserang malaria dalam sepekan terakhir.

Enam warga Talibura terserang malaria ini dirawat di Puskesmas Watubaing.

Dokter Puskesmas Watubaing, Servasius Suwaldus Situ, Saat Ditemui TribunFlores.com Kamis 26 Mei 2022 malam membenarkan kasus tersebut.

Menurutnya, enam penderita Malaria tersebut merupakan warga Nangahele, Kampung Baru, Nebe dan Klatang Kajowain.

Pasca meningkatnya kasus Malaria di wilayah Talibura,ia menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan antara lain, menggunakan kelambu, pemberantasan sarang-sarang nyamuk mulai dari menutup mengubur dan membersihkan tempat-tempat penampungan air.

"Saya harapkan masyarakat untuk menjaga kebersihan karena penyakit ini berhubungan dengan kebersihan lingkungan," katanya.

Layan Warga Terpencil

Sementara itu, sejumlah tenaga kesehatan Puskesmas Watubaing di kabupaten Sikka, NTT mengadakan layanan kesehatan keliling kepada masyarakat di Dusun Klatang Desa Wailamung, Kecamatan Talibura, Rabu 9 Juni 2022 pagi.

Petugas menggunakan kendaraan roda dua untuk menempuh perjalanan ke daerah terisolir yang berada cukup jauh dari Puskesmas dengan kondisi medan yang sulit.

Di dusun Klatang Desa Wailamung tersebut terdapat 66 kepala keluarga.

Sebanyak delapan petugas kesehatan Watubaing yang terdiri dari tenaga dokter, perawat, analis laboratorium, tenaga promosi kesehatan apoteker an kesehatan lingkungan.

Jarak dari Puskesmas watubaing menuju Dusun klatang kurang lebih 18 km dan mereka harus melalui kondisi jalan rusak dan memprihatinkan.

"Hari ini kami dijadwalkan melakukan kegiatan puskesmas keliling di dusun Klatang. Puskesmas keliling adalah salah satu program kegiatan puskesmas untuk membantu memdekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terutama masyarakat yang tinggal di daerah yang sangat terpencil" kata Dokter PKM Watubaing, dr.Servasius Suwaldus Situ.

Jalan Menuju dusun Klatang Desa Wailamung Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka NTT, Rabu 8 Juni 2022.

Menurutnya, meski harus melewati medan yang ekstrim akhirnya mereka tiba di dusun Klatang.

Di lokasi itu petugas melayani puluhan masyarakat yang sakit dan Pemeriksaan Malaria, dari hasil pemeriksaan,salah satu warga Dusun Klatang terserang Malaria dan petugas menganjurkan untuk berobat ke Puskesmas Watubaing.

Berita Sikka lainnya

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved