Berita Lembata

Ketua Komite SMP Don Bosko Lewoleba Minta Pemda Lembata Perhatikan Sekolah Swasta

Ketua Komite SMP St.Don Bosco Lewoleba, Asten Kares meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan sekolah swasta di Kabupaten Lembata.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Ketua Komite SMP St. Don Bosco Lewoleba Asten Kares menyampaikan sambutan pada pembagian amplop kelulusan siswa, Selasa 14 Juni 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM,LEWOLEBA-Ketua Komite SMP St. Don Bosco Lewoleba, Asten Kares meminta pemerintah daerah untuk memperhatikan sekolah swasta di Kabupaten Lembata.

Hal ini beralasan sebab sejak otonomi menjadi kabupaten, sekolah swasta di Lembata nyaris luput dari perhatian pemerintah.

"Selama ini pemerintah daerah hanya perhatikan sekolah negeri, sementara sekolah swasta hampir tidak diperhatikan," kata Asten di hadapan orang tua wali murid, kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata pada pengumuman kelulusan siswa kelas tiga dan pengambilan rapor di Aula SMP Don Bosco, Rabu, 14 Juni 2022.

Menurut dia, dimana-mana sekolah swasta lebih dahulu berdiri dan bahkan berkembang ketimbang sekolah negeri yang hadir belakangan. Dari sekolah swasta juga kata dia, banyak menghasilkan lulusan terbaik, anak-anak mampu bersaing serta mendapat pengakuan dimana-mana, makanya hal ini perlu mendapat perhatian yang sama dengan sekolah negeri.

Baca juga: SMP Sanpio Lewoleba Lepas Lulusan Angkatan ke-64

"Sekolah swasta di Lembata punya jasa besar bagi pendidikan," tambahnya.

Asten juga meminta pemerintah daerah memperhatikan tenaga pengajar PNS untuk SMP Don Bosco sebab sejauh ini dinilai masih sangat kurang, meskipun sudah ada guru non PNS dari subsidi silang dengan sekolah swasta di Maumere dan Ende.

Mewakili lembaga dan orang tua murid, dia pun mengharapkan pemerintah daerah Lembata bisa mengalokasikan anggaran untuk SMP Don Bosco.

"Kami punya dana bos kecil sekali, dan kalau ada dana-dana lain di dinas Pa Kadis bisa over kasi kami disini," pintanya langsung dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Lembata Anselmus Asan Ola yang hadir saat itu.

Baca juga: KPUD Lembata Edukasi Masyarakat, Memilih Bukan Hak Tapi Tanggungjawab

"Kehadiran Pa Kadis di sini kita di Don Bosco bisa dapat satu dua paket fisik di sini, lagian APBD sudah duduk," timpalnya.

Menjawabi sejumlah permintaan itu, Anselmus Asan Ola sendiri menganjurkan agar SMP Don Bosco rutin mengupdate data dapodik supaya agar punya peluang mendapat bantuan DAK dari pemerintah pusat.
"Untuk DAK prosesnya sudah jalan, setiap triwulan operator harus update dapodik," terang Ansel kepada wartawan di Aula Don Bosco Lewoleba.

Meski demikian, sebagai kepala dinas Ansel mengakui bahwa ditengah keterbatasan anggaran dan jumlah guru PNS, SMP Don Bosco mampu membiayai gurunya sendiri sampai sekarang.

Ansel juga menampik adanya informasi bahwa semua guru PNS di sekolah swasta akan ditarik oleh pemerintah. Sebagai kepala dinas dipastikan hal tersebut tidak akan dia lakukan.

Baca juga: Ini Penjelasan KPU Soal Penataan Dapil dan Daftar Pemilih Tetap di Lembata

"Pemerintah tidak akan tarik guru guru PNS dari sekolah swasta itu tida benar," pungkasnya.

Pengumuman kelulusan kelas sembilan dan pembagian rapor untuk siswa kelas tujuh dan delapan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Lembata, orang tua siswa, ketua komite, kepala sekolah dan para guru.
 
Untuk diketahui, sebanyak 82 siswa kelas sembilan menerima amplop kelulusan dan sebanyak 131 siswa dari kelas tujuh dan delapan menerima rapor.

Berita Lembata lainnya
 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved