Berita Manggarai

Cerita Noldy Katung, Pulang Merantau Sukses Jadi Penjual Tempe di Manggarai

Modal usaha saat ini tidak sulit lagi, Koperasi Kredit menyediakan pelayanan pinjaman produktif dengan bunga rendah.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-ARNOL KATUNG
JUAL TEMPE- Arnoldianus Katung (33), orang muda asal kampung Null, Desa Poco Lia, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur yang kini sukses jadi penjual tempe di Manggarai. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Model pendekatan lejong (bertemu,berdiskusi) yang diterapkan oleh Yayasan Ayo Indonesia telah berhasil mengubah pola pikir dari beberapa orang untuk menekuni bisnis dalam bidang pertanian, khususnya mengembangkan usaha hortikultura dan tempe.

Umumnya, petani yang dinilai berhasil setelah memutuskan untuk fokus bisnis, mengaku cara lejong yang dikembangkan oleh Yayasan Ayo Indonesia dalam pendampingan petani, benar-benar mengubah cara berpikir, sebab para petani diajak untuk mengidentifikasi soal, mencari jalan keluar, menghitung semua pengeluaran wajib selama setahun, menentukan sumber-sumber pendapatan, menghitung total lahan yang belum dikerjakan dan menanyakkan juga tentang tujuan keluarganya termasuk tujuan keuangan.

Pada pertemuan awal, sebelum dilatih hal teknis terkait pertanian organik, petani-petani dampingan Ayo Indonesia melakukan analisis posisi ekonomi mereka saat itu, dari segi pendapatan dan pengeluaran (tujuan keuangan).

Hasil analisis dari pendampingan ini menjadi acuan dalam menentukkan biaya produksi dan berapa luas lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan keuangan dari masing-masing keluarga petani.

Baca juga: Pater Jhon Prior Meninggal Dunia, Suster Bonifasia PRR Sebut Pater Jhon Cerdas dan Jago Menulis

 

Demikian juga cara yang sama, dilakukan bersama dengan keluarga yang memilih usaha lain, misalnya usaha tempe atau beternak, agar rencana produksi mereka harus mengacu kepada rencana anggaran pendapatan dan belanja keluarga (RAPBK).

Pendampingan dengan cara lejong seperti ini dimaksudkan juga mau memperbaiki cara pandang dari para petani ketika mereka mendapat bantuan dari luar, misalnya bantuan ternak, benih-benih, peralatan kerja dll dari pemerintah atau lembaga lain yang memberi perhatian pada upaya pemberdayaan mereka.

Dijelaskan kepada mereka bahwa bantuan dari pihak manapun, seperti Pemerintah dan Lembaga Non Pemerintah yang diberikan kepada para petani, substansinya adalah bantuan itu, sebagai bentuk kontribusi pihak lain terhadap upaya pencapaian dari rencana anggaran pendapatan dan belanja keluarga, itu alasan logisnya, sehingga bantuan tersebut bukan dilihat sebagai bentuk “kasihan” tetapi untuk memajukan ekonomi keluarga penerima bantuan. Membangun cara berpikir yang konstruktif dan produktif seperti ini merupakan konten dari pendampingan dengan mengutamakan Lejong (diskusi) sebagai metode.

Tahun 2015, Arnoldianus Katung (33) atau yang sering disapa Noldy, orang muda asal kampung Null, Desa Poco Lia, Kecamatan Lambaleda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur ini berangkat ke Kalimantan.

Baca juga: Mediasi Tiga Kali Buntu,Pencemaran Nama Baik Keluarga Bapa Jadi Kasus Hukum

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved