Berita NTT

Tidak Nyaman di Tanah Rantau, Pemuda NTT Pulang Kampung Jual Sirih Pinang di Kupang

Namun baginya Gaji yang didapat terbilang kecil ditambah lagi dengan biaya hidup yang mahal menjadi beban tersendiri baginya.

Editor: Gordy Donovan
POS-KUPANG.COM
JUAL SIRIH dan PINANG- Yeter Nomleni pria asal Kabupaten TTS yang berjualan sirih pinang di Pasar Kasih Naikoten Kupang untuk terus bertahan hidup. Senin 4 Juli 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Yeter Nomleni warga Desa Oinlasi, Kabupaten TTS, Provinsi NTT menghabiskan sebagian masa mudanya dirantau dengan meninggalkan kampung halaman, orang tua dan teman-teman sepermainan.

Hal ini dilakukan pria 27 tahun itu lantaran ia berpikir tidak ada arah dan harapan bisa hidup lebih baik jika terus tinggal di kampung. Ibukota Jakarta menjadi pilihannya kala itu.

Selama di Jakarta ia bekerja pada sebuah agen telur.

Namun baginya Gaji yang didapat terbilang kecil ditambah lagi dengan biaya hidup yang mahal menjadi beban tersendiri baginya.

Baca juga: Petugas Sampah dan Taman di Sikka Pasrah Upah Dipotong

 

Dengan penuh pertimbangan, ia memilih meninggalkan Ibukota untuk pergi ke Makassar.

Harapan untuk berhasil dan sukses secara ekonomi di perantauan tidak semudah yang dibayangkan. Untuk bertahan hidup di Makassar, Yeter menekuni berbagai pekerjaan mulai dari pengantar galon hingga tukang parkir pernah ia rasakan.

"Biasa antar galon ke warung-warung makan, tetapi sama penghasilan juga tidak tetap, " ungkapnya saat ditemui Senin 4 Juli 2022.

Karena tidak lagi merasa nyaman, pada tahun 2017 Yeter memilih untuk kembali ke kampung halaman di Oinlasi.

Setahun berselang ia memilih untuk datang ke Kupang, menjual sirih pinang di Pasar Kasih Naikoten menjadi pilihannya untuk terus bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved