Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sikka

Meri Mengais Harapan Bernas Dibalik Kios Sayur 'Kura Duna' di Maumere

"Pagi saya jual di depan kios orang. Sekitar jam 14.00 Wita, saya pindah ke lapak karena takut sayuran layu," ujar Meri.

Tayang:
Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Meri Mengais Harapan Bernas Dibalik Kios Sayur 'Kura Duna' di Maumere
TRIBUNFLORES.COM/PAULUS KEBELEN
JULA SAYUR-Meri Siba, penjual sayuran di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis 7 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Wajah Meri Siba (57) bercucuran keringat akibat tersengat matahari, Kamis 7 Juli 2022.

Waktu menunjukan pukul 14.00 Wita saat Meri selesai memindahkan ragam jenis sayuran dari seberang Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten sikka.

"Pagi saya jual di depan kios orang. Sekitar jam 14.00 Wita, saya pindah ke lapak karena takut sayuran layu," ujar Meri.

Wanita lansia itu tak gusar meski terpanggang dalam perapian iklim Kota Maumere.

Baca juga: Penyidik Periksa Dua Mantan Bupati di NTT, Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah Sakit

 

Cucuran keringat terus mengalir seiring perjuangannya bertaruh hidup dengan berjualan sayuran.

Rumah Meri berjarak sepuluh meter dari talud penahan ombak di Kelurahan Waioti.

Ia menetap disana setelah tiga bulan wilayah Nian Tana Sikka diobrak-abrik bencana 1992.

"Saya jadi warga maumere setelah tiga bulan gempa 1992. Seingat saya pertengahan Maret tahun 1993," ujarnya sambil melayani pembeli.

Hampir tiga dasawarsa menjual sayuran, Meri kerap dibantu suaminya. Sayuran itu mereka peroleh dari Pasar Alok Sikka kemudian menjual di 'Kios Kura Duna'.

Meri dan suaminya membangun Kios Kura Duna dari sisa-sisa bahan bangunan rumah warga seperti seng bekas, usuk kayu, dan terpal kusam.

Baca juga: Keluarga Korban Penganiayaan di Sikka Tak Ajukan Banding, Mama Eta: Tidak Punya Uang yang Cukup

Kata 'Kura Duna', adalah lantunan daerah Lio-Ende yang berarti Serba Kekurangan.

Meski tampak memprihatinkan, kata Meri, tempat itu menyimpan secercah harapan untuk keluarganya.

"Karena bangunan kios ini banyak kurangnya jadi saya kasi nama Kura Duna. Tapi tempat ini banyak berkah, Tuhan selalu kasi kami rejeki dari sini," ujar dia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved