Warga NTT Korban KKB

Ibunda Sempat Ingatkan Yohanes Korban KKB Asal NTT Menjauh dari Nduga

Elizabeth Pamul rupanya sempat mengingatkan putranya, Yohanes Rangkas, agar pergi menjauh dari Kampung Nainggolat, Nduga, Papua, sebelum Yohanes tewas

Editor: Laus Markus Goti
TRIBUNFLORES.COM/ CHARLES ABAR
Foto : TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR SUASANA-Suasana rumah duka di Ajang, Desa Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai pada Minggu 17 Juli 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG - Elizabeth Pamul rupanya sempat mengingatkan putranya, Yohanes Rangkas, agar pergi menjauh dari Kampung Nainggolat, Nduga, Papua, sebelum Yohanes tewas di tangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, pada Sabtu pagi 16 Juli 2022.

Pada Jumat malam sebelum  tewas, Yohanes menghubungi dan berbicara dengan Elizabeth, via telefon.
Yohanes Rangkas memberi kabar bahwa dua hari sebelumnya dirinya diserang KKB di Nduga.

Akibat serangan itu, Yohanes mengalami luka sabetan di kaki kanan. Namun agar ibunya tidak kwatir berlebihan Yohanes menegaskan bahwa kondisinya sudah membaik.

Mendengar cerita Yohanes, Elizabeth meminta Yohanes pergi menjauh dari Kampung Nainggolat bahkan dari Kabupaten Nduga. Namun Yohanes kembali menegaskan bahwa dirinya akan baik -baik saja.

Baca juga: Hubertus Tewas di Tangan KKB, Natal Bersama Keluarga di Ngada Urung Terwujud

 

Elizabeth pun mulai tak tenang, kwatir dengan keadaan Yohanes. Hingga keesokkannya Elizebeth mendapat kabar dari Papua bahwa Yohanes tewas di tembak KKB di Kampung Nainggolat.

"Kami kaget Nana tiba-tiba kereba kat gah(dapat kabar) , tembak lata hia Hanis (Yohanes ditembak)," ungkap Elizabeth sembari mengusap air matanya.

Kabar meninggalnya Yohanes membuat keluarga dan warga Kampung Bangka Ajang, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur, heboh.

Yohanes memang sejak tujuh tahun silam merantau ke Papua dan belum pernah pulang. Namun sosoknya terpatri di sanubari keluarga dan warga Kampung Bangka Ajang.

Warga Kampung Bangka Ajang mengenal Yohanes sebagai sosok yang penyayang dan perhatian. Meski sudah bertahun - tahun di tanah rantau Yohanes selalu rajin memberi kabar.

Belasisus Gamar, paman Yohanes, menceritakan, Yohanes adalah sosok pekerja keras.

Baca juga: Isak Tangis Warga Kampung Bangka Ajang Manggarai Ratapi Korban KKB

Di Papua, kata Blasius, Yohanes bekerja mulai dari tukang ojek, sopir dan menjadi buruh. "Nah baru dalam lima bulan terakhir ini dia jadi penjaga kios di Nduga," kata Blasius.

Yohanes adalah tulang punggung keluarga, sehingga kepergian Yohanes untuk selama - selamanya ini akan berdampak pada kehidupan ekonomi keluarga.


Yohanes adalah putra keempat dari tujuh bersaudara dari pasangan Elisabet Pamul dan Simon Lem. Ayah Yohanes sudah lebih dulu meninggal, yakni pada 2015 silam.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved