Berita NTT

NTT Kaya Sumber Energi Baru Terbarukan Tapi Harga Listrik Mahal

Gubernur NTT,Viktor Bungtilu Laiskodat bertekad membangun kekuatan untuk mengakhiri dominasi PLN mengurus listrik negara.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM / GG
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat saat ditemui TRIBUNFLORES.COM di Ende, Selasa 31 Mei 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat  membangun kekuatan untuk mengakhiri dominasi Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam mengurus energi. Pernyataan gubernur ini terus ia lontarkan kala bertemu dengan beberapa pejabat hingga pengusaha di Kupang.

Teranyar, Viktor Bungtilu Laiskodat menyatakan ini ketika bertemu anggota BPK RI, Pius Lustrilanang dan auditor keuangan di Kupang, Senin 18 Juli 2022 di hotel Aston Kupang.

“Dalam proyeksi saya, provinsi ini adalah provinsi terkaya di Indonesia. Kita sementara menuju kepada provinsi berkebutuhan energi baru terbarukan, dan provinsi ini nomor satu terbanyak yang memiliki potensi tersebut. Untuk itu, lewat kesempatan ini juga saya minta lewat BPK RI, kita harus bangun pemikiran yang sama, dimana PLN tidak lagi mengatur sendiri semua pemanfaatan energi, karena itu akan sangat menyulitkan kita dalam mengejar progress pembangunan energi terbarukan," ujar dia.

Politisi NasDem itu beralasan, upaya ini sejalan dengan kesepakatan yang telah ditandatangani presiden Jokowi di Paris, Perancis, yang mengharuskan capaian energi sebesar 24  persen pada tahun 2025 nanti.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di NTT Hari Ini, Senin 18 Juli 2022

"Kalau masih dengan cara berpikir dan cara kerja seperti itu, maka itu akan sulit bagi kita untuk mencapai seperti yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi. Hal ini pun saya sudah bicarakan dengan Presiden Jokowi dan teman-teman di DPR RI," kata dia.

Pada kesempatan sebelumnya, Gubernur  Viktor Bungtilu Laiskodat menyinggung biaya listrik yang harus dibayarkan masyarakat NTT lebih mahal ketimbang provinsi lainnya.

Ia juga menyebut pemerintah perlu membenahi regulasi yang mendukung berbagai energi baru terbarukan (EBT) yang potensial di NTT.

"PLN merupakan penghambat utama pembangunan energi terbarukan ini menurut saya," ungkapnya saat pelantikan Ketua Kadin Provinsi NTT, Bobby Lianto di Aula El Tari Kupang, Senin 11 Juli 2022.

Baca juga: Srikandi Ganjar NTT Gaet Milenial Lewat Senam Zumba

Menurut Viktor, NTT mampu mengembangkan energi terbarukan tetapi regulasi saat ini belum menjamini listrik yang dihasilkan nantinya akan dipakai.

"Masalahnya regulasi, yang mana PLN harus beli dulu baru jual lagi ke rakyat kami," kata dia.

Ia menyampaikan juga kepada Arsjad Rasjid selaku Ketua Umum Kadin Indonesia yang hadir saat itu mengenai jumlah per kWh yang harus dibeli dari energi fosil yang disediakan oleh PLN.  Ia menyebut jumlah per kWh yang dibayarkan sebanyak 28 sen dollar, lebih mahal dibandingkan provinsi lainnya.

Sedangkan kondisi NTT selama ini, kata dia, memiliki energi terbarukan yang melimpah luar biasa seperti panas bumi, angin, yang mana tidak kalah dengan China bila dikembangkan.

Baca juga: Korban KKB Asal NTT Dikenal Sebagai Sosok yang Baik, Ramah dan Rajin

"Lalu provinsi ini dari mana miskinnya? Kami sebagai kaya luar biasa dan persoalannya kami diperhambat oleh Jakarta," ungkapnya lagi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved