Presiden Timor Leste Kunjungi NTT

Isi Perbincangan Presiden Timor Leste dengan Uskup Turang, Ramos Singgung Soal Ini

Presiden Timor Leste, Ramos Horta, menyempatkan diri bertemu dengan Uskup Keuuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, saat berkunjung ke Kota Kupang.

POSKUPANG.COM
BERTEMU USKUP. Suasana pertemuan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta dengan Uskup Keuuskupan Agung Kupang di Kota Kupang, Senin 25 Juli 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Presiden Timor Leste, Jose Manuel Ramos Horta, menyempatkan diri bertemu dengan Uskup Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, saat berkunjung ke Kota Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 25 Juli 2022.

Presiden Ramos sangat antusias berkunjung ke NTT. Ini merupakan kunjungan pertamanya sebagai Presiden Timor Leste. Ramos terakhir kali ke NTT pada 2003 silam, kala dirinya masih menjabat sebagai Perdana Menteri Timor Leste.

Pertemuan Ramos dengan Uskup Turang berlangsung di Istana Keuskupan Agung Kupang, di Kota Kupang, sekaligus makan malam bersama, demikian siaran pers yang diterima TRIBUNFLORES.COM dari Pers Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.

Mereka berdua berbincang tentang persaudaraan dan kemanusiaan kedua negara, yakni Indonesia dan Timor Leste.
Lebih khusus lagi, antara masyarakat Indonesia dan Timor Leste yang ada di Pulau Timor.

Baca juga: Momen Wagub NTT Selempangkan Kain Tenun Sumba Timur ke Bahu Presiden Timor Leste

 

Menurut Mgr. Petrus Turang, rekonsiliasi antar negara sudah semakin baik dan masyarakat kedua negara sudah menunjukan suatu kehendak praktis untuk membangun suatu hubungan persaudaraan dengan saudara-saudara yang ada di Timor leste.

Sementara itu Ramos Horta menyinggung mungkin masih banyak orang-orang warga Negara Indonesia dari Timor Leste dan ingin kembali ke Timor Leste,  dirinya siap untuk menerima kembali.

Uskup Turang dan Ramos juga berbincang tentang isu kemanusiaan dan persaudaraan antar kedua negara.

Pasalnya, semenjak kemerdekaan Timor Leste 20 tahun lalu, kedua negara menyadari bahwa di Pulau Timor terdapat kebudayaan yang sama.

Sehingga, kedepan diharapkan bisa saling mengisi bukan saja untuk pengembangan sosial, ekonomi, dan politik tetapi untuk persaudaraan dan kebudayaan.

Baca juga: Kadin dan Gubernur NTT Hadiri Pelantikan Presiden Timor Leste

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved