Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Hari Ini, Hari Raya St.Yoakim dan Sta Ana Orang Tua St.Perawan Maria
Jangan lupa membaca renungan Katolik hari ini. Renungan Katolik hari ini untuk mengajak kita membuka mata dan telinga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pater-Fredy-JehadinSVD.jpg)
Diceriterakan bahwa sejak perkawinannya dengan Yoakim, Anna tak henti-hentinya mengharapkan karunia Tuhan berupa seorang anak. Namun cukup lama ia menantikan tibanya karunia Allah itu.
Sangat boleh jadi bahwa Anna sesekali menganggap keadaan dirinya yang tak dapat menghasilkan keturunan itu sebagai hukuman bahkan kutukan Allah atas dirinya, sebagaimana anggapan umum masyarakat Yahudi pada waktu itu. Karena itu diceriterakan bahwa ia tak henti-hentinya tanpa putus asa berdoa kepada Allah agar kiranya kenyataan pahit itu ditarik Allah dari padanya.
Setiap tahun, Anna bersama Yoakim suaminya berziarah ke Bait Allah Yerusalem untuk berdoa. Ia berjanji, kalau Tuhan menganugerahkan anak kepadanya, maka anak itu akan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.
Syukurlah bahwa suatu hari malaikat Tuhan mengunjungi Anna, yang sudah lanjut usia itu membawa warta gembira ini: “Tuhan berkenan mendengarkan doa ibu! Ibu akan melahirkan seorang anak perempuan, yang akan membawa suka cita bagi seluruh dunia!” Dengan kegembiraan dan kebahagiaan yang besar, Anna menceriterakan warta malaikat Tuhan itu kepada Yoakim. Setelah genap waktunya, lahirlah seorang bayi nona yang manis.
Bayi diberi nama Maryam, yang kelak akan mengandung Putera Allah, Yesus Kristus, Juru Selamat dunia. Bagi Anna, Maryam lebih merupakan buah rahmat Allah daripada buah koderat manusia. Kelahiran Maryam menyemarakkan bahkan menyucikan kehidupannya dan kehidupan keluarganya.
Kehidupan ibu Anna tidak diceriterakan dalam Injil-Injil. Kisah tentang hidupnya diperoleh dari sebuah ceritera apokrip. Ceritera ini secara erat berkaitan dengan kisah Perjanjian Lama tentang Hanna, ibu Samuel.
Ibu Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu, khususnya yang sedang hamil dan sibuk mengurus keluarganya. Orang-orang Yunani mendirikan sebuah basilika khusus di Konstantinople pada tahun 550 untuk menghormati ibu Anna.
Baca juga: ASN Rutan Larantuka Raih Medali Emas di Ajang Tarung MMA
Di kalangan Gereja Barat, Paus Gregorius ke 13 (1572-1585) menggalakkan penghormatan kepada ibu Anna di seluruh Gereja pada tahun 1584. Nama Yoakim dan Anna sungguh sesuai dengan maksud pilihan Allah.
Yoakim berarti “Persiapan bagi Tuhan”, sedangkan Anna berarti “Rahmat atau karunia”. Keduanya selalu setia membuka hati, telinga dan mata akan kehadiran Tuhan dalam hidup mereka dengan sangat tulus.
Dan selalu tekun menjalankan kehendak Tuhan. Buah dari ketekunan iman mereka adalah mereka dilimpahi satu karunia dan rahmat Tuhan, yang begitu indah, yaitu buah kasih dalam bentuk seorang bayi manis yaitu Maryiam, yang dikenal Maria.
Dalam diri Maria, Tuhan sendiri sudah mempersiapkan rahimnya untuk mengandung Yesus Kristus, yang adalah Juru Selamat manusia.
Maria dalam hidupnya pun selalu setia mendengarkan Tuhan, dan membiarkan kehendak Tuhan selalu menjadi prioritas hidupnya. Langkah hidupnya dituntun oleh iman. Ia hidup sesuai dengan moto hidupnya: Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu!
Saudara-saudari
Sto Yoakim dan Sta Ana telah mewariskan nilai-nilai luhur, seperti iman yang kokoh, kesetiaan, kesabaran dan pasrah pada kehendak Tuhan, kepada Maria, Putri kesayangan mereka.
Mereka sudah menjadi bagian integral dalam karya keselamatan dunia yang berpuncak pada inkarnasi Yesus. Diharapkan agar kita pun belajar dari kebajikan dan kesaksian hidup mereka.
Marilah saudara-saudari, bersama Sto. Yoakim, Sta Anna dan Bunda Maria kita berdoa: Tuhan, bukalah mata, telinga iman kami agar selalu merasakan kehadiran-Mu dalam diri kami, dan selalu sensitip mendengarkan suara-Mu dalam kehidupan harian kami. Doa ini kami sampaikan dalam nama Yesus Kristus Tuhan kami. Amen!
Renungan Katolik lainnya