Berita Sikka

Penjual Sirih Pinang di Pasar Alok Sikka, Menafkahi Keluarga dan Merawat Kearifan Lokal

Wanita lansia itu baru saja membungkus enam ikat sirih dan belasan buah pinang ke dalam kantong kresek hijau,Selasa 9 Agustus 2022 di Pasar Alok.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Anastasya Windi (57) menjual sirih pinang di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa 9 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE-Wanita lansia itu baru saja membungkus enam ikat sirih dan belasan buah pinang ke dalam kantong kresek hijau. Sambil melebarkan senyum, ia lalu menyerahkan bungkusan itu kepada seorang wanita yang usianya tak jauh berbeda.

Saat pembeli itu berlalu, wanita itu tampak merenung seraya menengok sisi depan dan samping. Rahangnya tak berhenti menggiling ampas sirih pinang. Sesekali ia memalingkan wajahnya ke arah seorang pemuda yang setia menemaninya.

Adalah Anastasya Windi, penjual sirih pinang di Pasar Alok Sikka. Saat ditemui wartawan, Selasa 9 Agustus 2022 Anastasya ditemani putranya, Gabriel Moat (29) nyaris tak bersuara selama beberapa menit. Ia hanya menatap tulus disusul gurat senyum yang kian mekar.

Suasana hening berubah percakapan setelah terlontar sebuah pertanyaan. Dia rupanya tak sungkan bercerita. Selepas bertutur sepenggal kalimat, wajahnya lantas berpaling ketika wanita usia setengah baya menghampiri lapak jualannya.

Baca juga: 150 Hari Kalender, Sikka Bangun Mall Pelayanan Publik Rp 3,5 Miliar

Setelah keduanya bertransaksi, Anastasya lalu menyambar pertanyaan tadi dengan kalimat panjang lebar. Ia mulai berkisah ikhtiarnya sebagai penjual sirih pinang.

"Saya jualan sudah puluhan tahun, sejak anak saya yang nomor tiga masih usia sekolah dasar. Anak saya empat orang, semuanya laki-laki," sahut wanita berkaos merah dengan sarung motif Sikka itu.

Perempuan berusia 57 tahun itu bersama anak dan cucunya tinggal di Desa Kajowair, Kecamatan Hewokloang. Jarak Kajuwair dengan jantung Kota maumere kurang lebih 15 kilo meter.

"Saya tinggal dengan anak, menantu, dan cucu. Kami jumpahnya 7 orang. Anak laki-laki sulung tinggal di Larantuka," tuturnya.

Baca juga: Guru dan Siswa Gunakan Tenun Ikat Daerah di NTT saat Rayakan HUT ke-40 SDI Iligeteng Maumere

Suami Anastasya sudah berpulang ke pangkuan Sang Khalik tujuh tahun yang lalu. Semasa hidup, suaminya bekerja sebagai tukang bangunan. Semenjak  kepergian suami, ibu empat anak ini seorang diri mengais rejeki demi menafkahi keluarganya

Hari-hari berlalu tanpa kehadiran tulang punggung keluarga, Anastasya tak pernah mengeluh apalagi patah arang. Anaknya yang tumbuh dewasa setia menemaninya jualan dari subuh hingga petang.

"Sekitar jam 02.00 subuh, saya sudah berangkat dari rumah menumpang mobil pikap. Anak nanti ikut dengan motor. Kami pulang sekitar jam 16.00 Wita," kisahnya.

Anastasya mengatakan sirih, pinang dan kapur dibeli dari Pasar Geliting. Harganya pasang surut sesuai musim tergantung persediaan dari petani.

Baca juga: Anggaran Pilkada Sikka Rp 35 Miliar Direalisasikan Bertahap

"Pinang lebih mahal dari sirih. Kalau lagi banyak harganya Rp 80.000 per karung, tapi kalau stoknya sedikit, satu karung bisa Rp 300.000," paparnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved