Hari Dharma Karya Dhika 2022
Ini Cara Rutan Kelas IIB Maumere Maknai Hari Dharma Karya Dhika
Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) merupakan hari lahir Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, yang diperingati setiap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/hdkd-kemenkumham.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Hari Dharma Karya Dhika (HDKD) merupakan hari lahir Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, 19 Agustus 1945.
Menilik sejarah, Kemenhumkam RI sendiri sudah empat kali mengalami perubahan nama, yakni yang pertama, Dapartemen kehakiman. Kedua, Dapartemen Perundang-undangan. Ketiga, Dapartemen kehakiman dan Hak Asasi Manusia. Dan yang terakhir adalah Kemenhumkam RI.
Hari Dharma Karya Dhika diperingati setiap 19 Agustus. Peringatan HDKD 2022 ini merupakan peringatan HDKD yang ke 77.
Kasubsi pengelolaan Rutan Kelas IIB Maumere, Habel Toi dalam Flores Bicara, Kamis 18 Agustus 2022 menjelaskan, ditinjau dari asal kata HDKD berasal dari Bahasa Sansekerta.
Baca juga: Bantu Warga Kurang Mampu, Rutan Maumere MoU dengan Posbakum Madin Maumere
Dharma berarti Kewajiban, aturan atau kebenaran. Karya berarti hasil pekerjaan atau perbuatan sedangkan Dhika adalah Manusia.
"Jadi kita bisa artikan bahwa Dharma Karya Dhika berarti manusia yang memberikan kelebihan untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan kewajiban, aturan dan kebenaran yang dilakukan," kata Habel.
Rutan Kelas IIB Maumere, ujar Habel memaknai HDKD dengan melaksanakan beragam kegitaan sosial.
Ketua Panitia HDKD Rutan Kelas IIB Maumere, Adeodatus Dari, mengungkapkan tahun ini untuk pertama kalinya perayaan HDKD diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia.
Meskipun demikian, menurutnya, perayaan HDKD harus dilakukan sebulan sebelum hari perayaan itu tiba.
Adeodatus menyebutkan sebulan sebelum tanggal perayaan HDKD Rutan Kelas IIB Maumere sudah merayakannya dengan menggelar beberapa kegiatan atau aksi sosial.
Baca juga: Rutan Maumere Canangkan Pelayanan Publik Berbasis HAM Bagi Warga Binaan
"Kegiatan yang turun dari kementerian itu ada 27 item kegiatan, tapi tidak semua 27 kegiatan, kami yang di UPT itu melakukannya. Khususnya di Rutan Kelas IIB Maumere itu hanya beberapa kegiatan," ujarnya.
"Salah satunya dan paling pertama itu kami melakukan doa untuk bangsa setelah itu kami melakukan kegiatan kerja bakti di rumah-rumah ibadah. Rutan Maumere waktu itu mengambil tempat di Gua Maria Watuwea di Magepanda," imbuhnya.