Berita Sikka

Warga Kangae Bilang Asam Komoditi Unggulan, Bisa Menopang Hidup Keluarga di Sikka

Warga Kangae Bilang Asam Komoditi Unggulan, Bisa Memenuhi Kebutuhan Hidup di Sikka. Asam menjadi komoditi unggulan untuk hidupi keluarga di Sikka.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-WARGA
ASAM - Daging dan biji asam siap untuk dijual. Asam disebut komoditi unggulan warga Kangae, Kabupaten Sikka. Foto diambil Jumat 19 Agustus 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Asam menjadi satu diantara sejumlah komoditas unggulan dan penunjang ekonomi alternatif untuk masyarakat beberapa desa di wilayah Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka.

Akhir bulan Juni hingga awal September setiap tahunnya, masyarakat beberapa desa di wilayah Kecamatan Kangae mulai mencari asam untuk dijual kepada para pengusaha yang pergi ke kampung untuk membeli asam milik warga.

Bagi warga yang memiliki pohon asam, mereka biasanya menyewa orang lain ataukah mereka sendiri yang memetik. Tradisi memetik asam bagi warga Kangae khususnya Desa Habi dan Desa Langir disebut dengan 'reon mage'.

Reon mage dilakukan dengan cara naik ke atas pohon asam lalu menggoyangkan dahan pohon asam yang berbuah lebat.
Dengan cara itu, maka buah asam akan jatuh ke tanah dan siap untuk dipilih.

Baca juga: Sampai Agustus 2022, Tujuh Kasus Kematian Ibu dan Bayi di Flores Timur

 

Warga Desa Habi, Fransiskus, menjelaskan setelah dipilih, buah asam di bawah pulang ke rumah dan kemudian dijemur untuk beberapa hari. Tujuan dari menjemur buah asam ini agar mudah pada saat memisahkan daging dan biji asam.

"Sebelum cungkil untuk pisahkan biji dan daging buah asam, biasanya dijemur terlebih dahulu, supaya mudah saat dibersihkan dari kulit hingga bijinya," jelas Fransiskus saat dijumpai TRIBUNFLORES.COM Jumat 19 Agustus 2022.

Aktifitas memisahkan daging dan biji asam ini oleh masyarakat setempat, kata Fransiskus disebut dengan 'huri mage'.

Setelah buah dan biji asam dipisahkan, maka asam siap untuk dijual ke para pengusaha.

Para pengusaha itupun sebagainnya merupakan warga Kabupaten Sikka atau warga pribumi yang memiliki modal dan akses untuk mengirim asam-asam tersebut keluar pulau Flores.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved