Berita Flores Timur

Sosok Mendiang Pater Sebastianus; Mengajarkan Umat Tidak Larut dalam Kemarahan

Pater Sebastianus Dora SVD atau akrab disapa Pater Sebas meninggal dunia di Polik Klinik SSpS Hokeng, Kamis 25 Agustus 2022.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/PAULUS KEBELEN
Jenazah Pater Sebastianus Dori,SVD,Kamis malam 25 Agustus 2022 disemayamkan di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Hokeng, Kabupayen Flores Timur. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM,LARANTUKA-Pater Sebastianus Dora SVD atau akrab disapa Pater Sebas meninggal dunia di Polik Klinik SSpS Hokeng, Kamis 25 Agustus 2022, pukul 04.18 dini hari Wita.

Kepulangan Pastor Paroki Maria Ratu Semesta Alam Hokeng ini meninggalkan duka mendalam, secara khusus bagi umat yang telah merasakan sentuhan pewartaannya.

Menurut informasi, Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung akan memimpin misa requiem atau pelepasan jenazah hari ini, Jumat 26 Agustus 2022, sekitar pukul 11.00 Wita. Namun jika Uskup berhalangan, maka misa pelepasan akan dipimpin oleh Provinsial SVD Ende, Pater Lukas Jua SVD.

Setelah misa requiem, jenazah Pater Sebas akan dibawa ke Seminari Tinggi Santu Paulus Ledalero untuk dikebumikan di perkuburan imam Serikat Sabda Allah. Penguburan akan berlangsung pada pukul 16.30 Wita.

Baca juga: Simon Sada Bilang Siswa SMKN 1 Wulanggitang Masuk Kategori Sekolah Tersehat di Flores Timur

Ketua Dewan Paroki, Matias Tiba menuturkan, sosok Pater Sebas dikenal tegas, humoris, dan selalu mempercayai umatnya.

"Kesan yang paling menonjol, Pater Sebas mempercayai umatnya secara total. Kalau beliau berikan tugas lalu kita tidak menjalaninya dengan baik, maka sulit mendapatkan kepercayaan darinya lagi," kata Matias.

Karena itu, Matias bersama anggotan dewan paroki selalu merawat kepercayaan yang diberikan. Ia juga mengenal Pater Sebas sebagai sosok imam yang humoris dan menaruh kepedulian tinggi terhadap semua orang.

"Pater Sebas sangat peduli terhadap kita. Selain lihat hasil kerja, dia juga selalu cek kita punya kondisi keluarga dan kesehatan. Dia balas lelucon kalau kita bercanda," ungkapnya.

Baca juga: PT Pelni Dirikan Kampung Nelayan di Larantuka Flores Timur

Sementara Gradus Gadu Mau, Koster Gereja Hokeng, menyebut sang gembala sebagai panutan yang mengajarkan umat jangan larut dalam kemarahan.

"Orangnya tegas tapi yang bersifat mendidik. Dia selalu tegur kalau kami buat salah. Cara tegurnya tegas tapi tidak simpan di hati," katanya.

Geradus mengungkapkan, salah satu hal berkesan yang sulit dilupakan yaitu mendapat bimbingan dari Pater Sebas tentang cara merapikan atribut liturgi dan mempersiapkan segala keperluan sebelum ibadat dan perayaan ekaristi.

"Dari awal saya masuk, pater selalu bimbing saya tentang cara melipat kasula dengan benar, dan banyak persiapan yang berhubungan dengan perayaan di gereja," ceritanya.

Baca juga: Bedah Rumah di Sikka, Lembata dan Flores Timur, Melky Mekeng Harapkan Rakyat Miliki Hunian Layak

Geradus berujar, para karyawan selalu diperlakukan dengan baik, termasuk mengingatkan mereka untuk jangan lewatkan jam makan ketika sibuk bekerja.

"Pater juga sering ingatkan kami untuk makan, tanya kami minum teh ada kue atau tidak. Kalau saya pulang dia pastikan saya naik motor atau jalan kaki. Kami juga sering bercanda, orangnya humoris," ungkap Geradus.

Berita Flores Timur lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved