Berita Lembata

Kematian Ibu dan Bayi Tak Terdata, Nakes di Lembata Disosialisasi Penggunaan Aplikasi MPDN

Sosialisasi aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) kepada tenaga kesehatan di Lembata diharakan mengakomasi data ibu dan anak.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Fasilitator MPDN Kabupaten Sikka, dr. Lestari Wacika Kabupaten Sikka  melakukan sosialisasi aplikasi MPDN di Hotel Palm Lewoleba, Rabu, 31 Agustus 2022.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Puluhan tenaga kesehatan dan pengelola data puskesmas di Kabupaten Lembata mendapat sosialisasi penggunaan sistem aplikasi Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) di Hotel Palm Lewoleba, Rabu, 31 Agustus 2022.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Momentum USAID dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memanfaatkan aplikasi yang mendukung pelaporan, monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan.

Program Momentum USAID menghadirkan dr. Lestari Wacika, Fasilitator MPDN Kabupaten Sikka dan Yos Lega Laot, Fasilitator MPDN Internal Program Momentum.

Senior Program Manager Momentum USAID Area Flores, dr Henyo Kerong, mengungkapkan, selama ini banyak peristiwa kematian ibu dan anak di daerah yang tidak terdata baik. Dampaknya, ketika survei lapangan ditemukan jumlah kematian ibu dan bayi lebih tinggi dari yang sudah terdata.

Baca juga: Berhembus Isu di Lembata, Proyek Infrastruktur Gunakan BBM Subsidi

Penerapan aplikasi MPDN, katanya, sangat penting untuk mencatat semua peristiwa kematian ibu dan bayi. Dia harap sosialisasi aplikasi MPDN bisa membantu petugas kesehatan membuat pendataan yang baik. 

"Kita harus implementasikan dalam praktik, tidak hanya sosialisasi saja. Kegiatan ini harus sampai pada implikasi di lapangan," tandasnya. 

MPDN adalah sebuah aplikasi pelaporan kematian ibu dan bayi yang sangat bermanfaat untuk optimalisasi surveilance melalui pelaporan kematian yang cepat dan akurat. Aplikasi ini dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan bersama HOGSI (Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia) dan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia). 

Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI telah memberikan orientasi MPDN kepada Dinas Kesehatan Provinsi/Kabupaten/Kota untuk memastikan aplikasi ini dapat digunakan untuk maksud diatas.

Baca juga: Berhembus Isu di Lembata, Proyek Infrastruktur Gunakan BBM Subsidi

onatus Dudeng, Pelaksana harian (Plh) Kepala Dinas Kabupaten Lembata mengucapkan terima kasih kepada Program Momentum USAID dan fasilitator yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi itu. 

Donatus menekankan, kesehatan ibu dan anak bukan hal baru dalam dunia kesehatan di Lembata. Kesehatan ibu dan anak menurutnya jadi indikator derajat kesehatan yang harus disikapi serius secara khusus di Lembata. 

"Ini menuntut kita berperan aktif lakukan keselamatan ibu dan bayi," kata dia. 

Lebih dari itu, Donatus ingin para tenaga kesehatan bekerja dengan hati yang tulus.

Baca juga: Hari Ini Tim Satgas Lembata Awasi Distribusi BBM, dari Bongkar Sampai Distribusi

"Kita belum tunjukan hati yang tulus untuk tangani itu secara baik. Kalau hati tidak ikhlas maka segala macam persoalan ini tidak bisa dilakukan secara serius," pesannya. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved