Turnamen Sepakbola ETMC 2022

Pelatih Persebata Lembata Mundur, Ketua Askab; Kami Tidak Intervensi

Mengklaim diintervensi oleh Askab PSSI Kabupaten Lembata,pelatih kepala Persebata Lembata,Maura Hally Betekeneng mengundurkan diri dari jabatanya.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/RICKO WAWO
Ketua Askab PSSI Kabupaten Lembata, Linus Beseng (tengah)  memberikan klarifikasi pengunduran diri pelatih kepala Persebata Lembata, Maura Hally Betekeneng, asisten pelatih Edo dan tujuh pemain yang didatangkan dari Pulau Jawa, Rabu malam 31 Agustus 2022.  

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Sembilan hari menjelang pembukaan turnamen Liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, pelatih kepala Persebata Maura Hally Betekeneng, asisten pelatih, Edo dan tujuh pemain mengundurkan diri dari kursi pelatih.

Mantan pemain Persebaya mengklaim Askab Lembata terlalu mengintervensinya. Meski hal itu dibantah keras oleh Ketua Askab PSSI Lembata, Linus Beseng. Menurut Linus, pelatih ngotot memasukkan lima dari tujuh pemain asal Surabaya dalam tim, sedangkan Askab Lembata menghendaki tiga pemain. 

Pengunduran diri Maura Halliy dibenakanPenjabat Bupati Lembata, Marsianus Jawa, ketika ditemui di Kantor Bupati Lembata, Selasa, 31 Agustus 2022.  Marsianus mengatakan Maura Hally, asisten dan tujuh  orang pemainnya sudah bertemu dengannya di rumah jabatan Bupati Lembata di Lamahora, Senin malam. Mereka menyatakan diri untuk tidak terlibat lagi di tim Persebata Lembata. 

"Pelatih Persebata mengundurkan diri. Tadi malam mereka ketemu saya dan anak anak mau pulang sudah. Mereka merasa tidak nyaman dengan Askab PSSI Lembata," ujar Marsianus.

Baca juga: Dinas Pemuda dan Olahraga Diduga Beli Sepatu Bola ‘Murahan’ untuk Pemain Persebata Lembata

Dia menambahkan, Maura Hally Betekeneng mengundurkan diri karena terlibat konflik internal dengan pihak Askab PSSI Lembata.  Askab PSSI Lembata, tandasnya, terlalu mengintervensi penunjukan pemain untuk tim Persebata Lembata yang sebenarnya jadi kewenangan penuh pelatih dan asistennya. Ini yang menyebabkan Maura Hally Betekeneng undur diri dari posisinya sebagai pelatih kepala tim tuan rumah tersebut. 

"Askab tidak boleh terlibat dalam penunjukan pemain. Ini terjadi di sini (Persebata Lembata). Jadi, pelatih dan asisten merasa tidak nyaman. Mereka merasa terlalu diintervensi," pungkasnya. 

Linus Beseng, kepada wartawan, Rabu malam  31 Agustus 2022 menegaskan Askab PSSI Lembata tidak pernah mengintervensi Maura Hally Betekeneng hingga ia undur diri.  Askab PSSI Lembata, kata Linus tidak ada masalah dengan mantan punggawa Persebaya Surabaya tersebut. Salah satu persoalannya adalah tujuh orang pemain asal Pulau Jawa yang hendak dipertahankan Maura padahal regulasi Liga 3 ETMC tidak memungkinkan. 

Linus mengatakan Maura Hally datang ke Lembata membawa satu asisten pelatih dan tujuh pemain dari Surabaya.  Pada saat penentuan pemain untuk berlaga di ETMC, tujuh pemain dari Surabaya tidak masuk skuad utama Persebata. Regulasi  Asprov PSSI NTT hanya memungkinkan lima pemain dari luar.

Baca juga: Penyerang Persebata Lembata Direkrut Tim Popnas NTT

Terjadi perbedaan pendapat antara Askab Lembata dengan pelatih kepala. Karena terjadi perbedaan pendapat, maka Askab dan tim seleksi menawarkan hanya tiga  orang pemain dari Surabaya yang ikut memperkuat Persebata. Tetapi, pelatih meminta lima pemain dari Surabaya memperkuat Persebata sementara dua  orang tetap masuk dalam  tim Persebata. 

Askab menolak karena akan berdampak pada gaji dua pemain tersebut. Artinya dua pemain ini, walau tidak ikut main nanti gaji tetap dibayar seperti lima pemain lainnya.

Ia menjelaskan, Askab sudah membuat rancangan kontrak dengan tiga pemain dari Surabaya. 

"Ketika kontrak itu diberikan kepada tiga pemain, mereka bilang, mereka akan pelajari kontrak. Namun hingga Senin (29/8/2022), tidak ada jawaban dari tiga pemain tersebut apakah mereka setuju atau menolak dengan kontrak kerja yang dibuat oleh Askab. Ketika ditanya kepada tiga pemain tersebut, mereka beralasan mereka akan bertemu dengan pelatih terlebih dahulu," kata Linus dalam konferensi pers di Hotel Anisa Lewoleba.

Baca juga: Persebata Ujicoba di Maumere,Imbangi Persami Taklukan Amop Paga 4-1

Kemudian, pihak Askab bertemu dengan pelatih kepala, Maura Hally Betekeneng di Hotel Palm Indah. 

"Sampai di Hotel Palm Indah, pelatih kepala menyampaikan bahwa mereka keluar terlebih dahulu, dan tidak usah tunggu di hotel, lewat telepon saja," tambahnya. 

Lanjutnya, komunikasi per telepon pun juga tidak pernah dilakukan. Jadi diputuskan  bahwa semua tujuh pemain dari Surabaya tidak dipakai untuk memperkuat tim Persebata Lembata.

"Karena pelatih juga tidak pernah datang sementara pendaftaran tinggal beberapa hari lagi, maka Askab Lembata juga sudah membuat keputusan untuk melakukan putus kontrak dengan pelatih, Maura Hally Betekeneng," tambahnya. 

"Askab tidak ada konflik dengan pelatih, ini hanya soal pemain saja. Bagaimana mungkin kata Linus Beseng 7 pemain yang didatangkan dari Surabaya itu, skil-nya tidak jauh beda dengan pemain kita bahkan pemain lokal skill-nya lebih baik dari tujuh pemain yang didatangkan dari surbaya," ungkap Linus. 

Berita Sikka lainnya
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved