Berita Kota Kupang

Pelajar SMA di Kupang Diduga Curi Sepeda Motor, Uang Rp 1,6 Juta Didalam Jok Dipakai Beli HP

Tiga orang pelajar SMA di Kota Kupang mencuri sebuah sepeda motor milik warga yang domisili di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/CHRISTIN MALEHERE
Plt Kapolsek Kelapa Lima Kota Kupang,AKP Mesakh Yohanes,SH memperlihatkan barang bukti pencurian kendaraan bermotor di Mapolsek Kelapa Lima,Rabu 7 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Christin Malehere

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Tiga orang pelajar SMA di Kota Kupang mencuri sebuah sepeda motor milik warga yang domisili di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Oeba.

Para pelaku  pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) berstatus remaja yakni DA (15), RN (16), dan KFIL (14) mengambil sepeda motor bernama Djumina Dethan, warga RT 14 /RW 04 Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Polisi  telah mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor matic Honda Scopy, kunci motor, dua buah STNK atas nama Djumina MNL Dethan dan STNK milik Victor Mbatu, serta ponsel merek Vivo 1816Y91.
Kasus ini diproses hukum berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/ B/ 164/ VIII/ 2022/ Sektor Kelapa Lima, tanggal 13 Agustus 2022.

Pelaksana tugas  (Plt) Kapolsek Kelapa Lima, AKP Mesakh Yohanis, S.H,  menjelaskan Curanmor terjadi, Jumat 12 Agustus 2022 sekitar pukul 20.00 Wita. Para pelaku menumpang mobil pikap dari Oesapa menuju TPI Oeba. Sekitar pukul 23.00 Wita, tersangka RN pergi mencari kantong plastik untuk membungkus ikan.

Baca juga: Bank NTT Serahkan Rp 400 Juta untuk Sukseskan Pesparani di Kota Kupang

Tak lama berselang, RN kembali memberitahukan kepada dua tersangka DA, dan KNIL bahwa ada sepeda motor yang kuncinya masih tersimpan di tempat kunci motor.

Tersangka RN dan KNIL memantau situasi sekitar aman, mendorong sepeda motor itu sekitar 20 meter dari rumah korban. Barulah tersangka DA menghidupkan sepeda motor tersebut membonceng RN dan KNIL bergegas meninggalkan lokasi kejadian menuju rumah tersangka DA  menyembunyikan sepeda motor tersebut.

Pada Minggu 14 Agustus 2022, tersangka DA dan KL membawa motor curian itu ke Gua Monyet Tenau, kemudian membuang sayap/tameng motor ke laut.  Setelah itu motor curian tersebut dipakai secara bergantian oleh tiga tersangka.

Di dalam dompet milik korban yang berada di jok motor terdapat uang  Rp 1,6 juta dipakai tersangka DA membeli ponsel android bekas Rp 1 juta. Sisanya Rp 600 ribu dibagi  bertiga tersangka, masing-masing mendapatkan Rp 200 ribu.

Baca juga: Gubernur NTT Lantik Penjabat Wali Kota Kupang, Titip Pesan Perhatikan Kedisiplinan ASN

Atas perbuatannya, tiga tersangka dijerat Pasal 362 KUHP subsider Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. 

Berita NTT lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved