Profil Biara di Flores
Biara Stigmata di Maumere, Flores: Profil Pendiri, Nama Biara, Latar Belakang, dan Motto Kongregasi
Pendiri Kongregasi Stigmata Kudus Tuhan Kita Yesus Kristus, santo Gaspar Bertoni, dalam semangat untuk melayani Tuhan dan sesama terinspirasi oleh Inj
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Pendiri Kongregasi Stigmata Kudus Tuhan Kita Yesus Kristus adalah St. Gaspar Bertoni. Ia lahir pada tanggal 9 Oktober 1777 di “via di sotto”, Verona, Italia Utara. Ia lahir dari pasangan Francisco Luigi dan Brunora Ravelli. Ia diberi nama Gaspare Luigi Dionigi. Ia memiliki seorang saudari bernama Matilde, namun meninggal di usia 4 tahun.
Demikian kata Frater Abdon saat ditemui di Biara Stigmata, Maumere, 30 Agustus 2022 lalu.
Ia mengisahkan, sejak masa kanak-kanak, Gaspar sudah menunjukan sikap yang baik dan terpuji berkat bimbingan dari sang ibu, seorang katolik yang taat. Gaspar mulai tertarik dengan cara hidup pastor karena ajaran dan teladan dari pamannya yang adalah seorang pastor, P. Giacomo.
Gaspar mulai belajar di sekolah St. Sebastian yang dikelolah oleh para pastor Jesuit ketika berumur 8 tahun. Gaspar merupakan murid yang pintar dan menjadi teladan untuk teman-temannya yang lain.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Hari Jumat 16 September 2022, Tegas dalam Prinsip Penuh Kasih dalam Sikap
Ketika ia berumur 11 tahun, ia menerima komuni suci pertama. Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan dalam hidupnya, karena pada saat inilah ia merasa dipanggil oleh Yesus untuk menjadi seorang pastor. Walaupun terlahir dari keluarga yang mampu secara ekonomi, Gaspar tetap berpenampilan sederhana baik dalam berbusana maupun melalui cara hidupnya. Ia mulai belajar filsafat pada usia 15 tahun dan menjadi salah satu murid yang sangat pandai dalam belajar dan rajin berdoa.
Pada tanggal 3 November 1795, dalam usianya yang ke 18 tahun, Gaspar memulai kursus teologi di Seminari dan diizinkan untuk tinggal di rumah selama masa studinya. Pada tanggal 20 September 1800 dalam usia 23 tahun, ia ditahbiskan menjadi imam diosesan dan memulai tugasnya sebagai pastor paroki St. Paulus. Beliau menjadi seorang pastor yang disenangi oleh umat karena teladan hidupnya. Sebagai pastor muda, ia sangat bersemangat dalam melayani berbagai macam kegiatan dan kebutuhan umat. Ia juga aktif dalam memberikan katekese bagi anak-anak, orang muda dan menjadi spiritual direktor bagi para seminaris dan para suster.
Pada tahun-tahun ini (1800), terjadi revolusi Prancis yang menentang agama, Gereja dan moralitas. Menurut pandangan mereka, Allah itu tidak kelihatan, maka Allah itu tidak ada. Banyak imam yang terpengaruh dengan pandangan ini. Gaspar mulai merasakan dalam dirinya bahwa Allah menginginkan sebuah misi khusus untuk dirinya. Dia ingin membantu orang-orang yang menjadi korban dalam revolusi ini. ia merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah kongregasi religius. Pada tanggal 4 November 1816, mukjizat itupun terjadi, ia resmi mendirikan sebuah Kongregasi Religius yang bertempat di Verona.
Dia memulainya dari sebuah Gereja yang bernama Stimate yang didedikasikan kepada St. Fransiskus dari Asisi. Gereja ini digunakan sebagai markas tentara pada saat revolusi dan setelah itu dibebaskan dan di beli oleh seorang pengusaha kaya di Verona karena tak ada yang menggubrisnya. Ia memberikan tempat ini kepada Gaspar setelah mendengar bahwa dia akan mendirikan Kongregasi Religius. Bersama P. G. Maria Marani (23) dan Bruder Paolo Zangli (22), Kongregasi ini di beri nama: “Congregazione Delle Sacre Stimmate Di Nostro Signore Gesu’ Cristo (CSS)”.
Baca juga: Biarawan SVD Ende Harap TribunFlores.Com Suarakan Kebenaran dan Keadilan
Selama mendirikan dan menjadi pemimpin Kongregasi, P. Gaspar Bertoni tidak pernah keluar dari Verona karena kesehatannya yang kurang baik. Ia meninggal pada tanggal 12 Juni 1853 dan pestanya dirayakan pada tanggal yang sama setiap tahun. Beliau dibeatifikasi pada tanggal 1 November 1975 dan dikanonisasi menjadi Orang Kudus pada tanggal 1 November 1989 oleh Paus Yohanes Paulus II (yang sekarang telah menjadi santo).
Pelindung Kongregasi
Frater Abdon menyebutkan, Santo Gaspar Bertoni memilih santa Maria dan santo Yosef sebagai pelindung Kongregasi. Baginya, kedua mempelai ini adalah sosok yang patut untuk dijadikan sebagai model bagi setiap anggota dalam kongregasi tersebut. Santa Maria dan santo Yosef dalam Injil Lukas melukiskan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang beriman kepada Allah dan mereka menaati seluruh kehendak Allah yang telah dipercayakan kepadanya. Maria dan Yosef menyerahkan diri mereka secara total terhadap Allah yang telah memanggil mereka untuk melanjutkan karya misi keselamatan Allah. Hal ini dijelaskan pula dalam majalah The Stigmatines The Congregation of The Sacred Stigmata of Our Lord Jesus Christ mengisahkan tentang Maria dan Yosef sebagai pilihan Allah untuk menjadi pribadi yang setia, taat dan hidup sederhana.
“St. Gaspar entrusted our Congregation to the Holy Spouses. The Virgin Mary and St. Joseph. Contemplated in the mystery of their marriage, are our patrons and models, because they spent their live for Jesus. They welcomed willingly the decision of God and lived together for his sake. They have offered Him to the world; they have loved Him and contemplated Him day by day. The espousals of Mary and Joseph are a mystery of communion and celebration that facilitated the incarnation of God’s Word among us”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/profil.jpg)