Profil Biara di Flores
Biara Stigmata di Maumere, Flores: Profil Pendiri, Nama Biara, Latar Belakang, dan Motto Kongregasi
Pendiri Kongregasi Stigmata Kudus Tuhan Kita Yesus Kristus, santo Gaspar Bertoni, dalam semangat untuk melayani Tuhan dan sesama terinspirasi oleh Inj
Para misionaris yang dengan kekuatan dan rahmat panggilan yang diberikan oleh Allah untuk membaktikan diri mereka dalam memenuhi misionaris apostolik.
Dalam menjalankan karya mewartakan Kabar sukacita diseluruh dunia, para stigmatin harus memiliki semangat hidup pelayanan. Semangat pelayanan ini menjadi spiritualitas setiap anggota komunitas. Spiritualitas akomunitas ini adalah sebagai “monks et home and apostles outside”.
Melalui spiritualitas ini dapat diartikan bahwa ketika seorang stigmatin berada di dalam komunitas, ia harus bersikap seperti seorang pendoa atau pertapa dan ketika ia berada di luar komunitas, orang tersebut harus bertingkah laku atau bersikap seperti seorang rasul atau pewarta. Dengan motto ‘Pergi dan wartakanlah Kabar Sukacita’ ia menjadi seorang pewarta. Ketika sedang berjalan, ia mewartakan Kabar Sukacita.
Spiritualitas monks et home and apostles outside mempunyai perbedaan masing-masing. Pertama, monks et home. Menjadi pertanyaan, apa yang dilakukan oleh para Stigmatin berkaitan dengan monks et home.
Ketika berada di dalam komunitas, seorang stigmatine harus bersikap seperti seorang pendoa atau pertapa. Adapun rutinitas-rutinitas berkaitan dengan pendoa atau pertapa yakni kehidupan religius, kehidupan berkomunitas dan persaudaraan. Dalam kehidupan religius, semangat “di ruamah” (at home) didasarkan pada injil “mereka tinggal bersama Yesus”.
Tujuannya adalah meemukan wajah Yesus dalam setiap pribadi dan komunitas melalui aktivitas dalam rutinitas harian bersama. Misalnya, membacakan dan merenungkan Kitab Suci secara bersama. Hal yang sama pula dalam hidup berkomunitas, yaitu jadwal dan aktivitas harian merupakan tindakan yang harus dibuat secara bersama-sama dalam doa bersama, makan bersama, kerja bersama dan istirahat.
Kebersamaan dapat juga dilihat dari tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan oleh komunitas kepada setiap pribadi. Selain itu, kehidupan persaudaraan sebagai aksi monk at home adalah setiap pribadi dalam komunitas adalah saudara dalam Kristus yang selalu hidup dalam semangat kebersamaan. Sikap-sikap yang mengarah kepada diri sendiri atau egois tidaklah dibenarkan bagi para stigmatins baik calon-calon ataupun para pastor.
Baca juga: LIVE STREAMING Perse Ende vs Persim Manggarai El Tari Memorial Cup 2022
Semangat kehidupan religius Sigmata berdasarkan pada Apostles outside sebagai suatu tindakan dari misi dalam Gereja. Semangat ini pula berdasarkan atas Sabda Tuhan yakni para stigmatine dipanggil untuk membawa umat Allah kepada pertobatan sejati. “Yesus bersabda: Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarka Aku juga”.
Para stigmatin menaati Uskup lokal sebagai pemimin Gereja, diutus oleh uskup dan selalu siap sedia kapanpun dan dimanapun untuk penyebaran dan pewartaan tentang iman akan Kristus. Inilah tujuan pewartaan yakni membawa umat Allah pada pengetahuan dan kasih Tuhan yang telah mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. (Cr1)