Berita NTT

Venue PON 2028 Dibangun di Maumere,Labuan Bajo,Kupang,Kota Kupang dan Waingapu

Pasca penetapan Provinsi NTT dan NTB menjadi tuan rumah bersama Pekan Olahraga Nasional tahun 2028, Pemprov NTT akan membangun venue di lima kota.

Editor: Egy Moa
TRIBUN FLORES.COM/IRFAN HOI
Ketua KONI NTT Josef Nae Soi bersama pengurus organisasi induk cabang olahraga di NTT menggelar jumpa pers penunjukkan NTT dan NTB menjadi tuan rumah bersama PON 2028, Jumat 17 September 2022.    

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Irfan Hoi

TRIBUNFLORES.COM,KUPANG-Provinsi NTT dan NTB ditetapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 2028.  Di NTT, venue PON direncanakan dibangun di  Maumere, Labuan Bajo Pulau Flores, Kota Kupang dan Kabupaten Kupang di Pulau Timor serta Waingapu di Pulau Sumba. 

Ketua KONI NTT, Josef Nae Soi, menjelaskan semua venue yang ada akan diperbaiki. Anggaran yang itu bersumber dari APBD dan APBN. Setelah penentuan tuan rumah akan dilanjutkan dengan Keputusan Presiden (Kepres). Dalam waktu itu pemerintah kedua provinsi melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk dukungan anggaran. 

"Saya kira kita di NTT dananya sangat terbatas. Dana itu selain APBD yang sangat terbatas kita juga mencari dana dari APBN dan pihak ketiga yang mau menjadi sponsor," kata Josef Nae Soi, Jumat 16 September 2022. 

Josef Nae Soi menyebut, tahun depan proses menuju pagelaran PON sudah mulai dilaksanakan. Tahun depan juga sudah dimulai dengan kegiatan Pra PON. Misalnya, NTT diminta juga untuk menyelenggarakan kejuaraan taekwondo internasional dan karate.

Baca juga: El Tari Memorial Cup 2022, Pelatih PSN Ngada Menitikkan Air Mata, Evan Wejo Cedera Serius

Dengan beberapa iven yang dilangsungkan itu, pembangunan venue juga mulai dilakukan. Josef menyebut, segala penyelenggaraan ini memang akan seiring menuju PON 2028. 

Sejauh ini arahan dari KONI pusat ada 60 cabang olahraga (Cabor) yang akan dipertandingkan. Cabor itu merujuk pada penyelenggaraan PON 2024 di Aceh. Josef mengaku jumlah cabor itu bisa berkurang atau bertambah di PON 2028. 

Ia mengaku, Cabor bisa bertambah tergantung komunikasi dari daerah dengan pemerintah pusat melalui KONI dan juga melihat kemampuan di daerah. Untuk persiapan awal yakni dengan mengikuti perhelatan Porprov di bulan Oktober 2023. 

"Tentu saja akan ada pusat pelatihan sebelum itu. Hari ini kami melakukan rapat kolaborasi antara induk organisasi dan KONI. Saya sebagai ketua KONI NTT, kami akan melakukan kolaborasi persiapan untuk 2028 dan 2024 dan iven lainnya," kata dia.

Baca juga: Persab Belu vs Persami Maumere, Laga 16 Besar El Tari Memorial Cup 2022, Cherry Ajak Suporter Nonton

Ia menegaskan, berbagai rangakaian kegiatan ini tetap dijalankan dengan keterbatasan. Ia tidak ingin masalah ketiadaan anggaran menjadi penghalang. Paling penting adalah bekerja dan bagaimana menyukseskan PON 2028. 

“Selain sarana dan prasarana, kita juga mempersiapkan manajemen yang bagus dan mempersiapkan masyarakat yang ramah, dalam menyambut atlet PON dari seluruh Indonesia yang akan berlangsung pada Tahun 2028 nanti,” kata Josef Nae Soi.

Disamping mempersiapkan akomodasi yang baik, ujar Josef Nae Soi, juga venue-venue yang sesuai standar Internasional. Untuk PON XXI di Aceh-Sumut dan PON XXII NTT-NTB ini, semua venue harus disertifikasi oleh International Olympic Commite (IOC).

Organisasi IOC tersebut akan datang untuk melakukan pemeriksaan dan sertifikasi. Sebab, ada cabor pada PON terdahulu, tidak bisa memecahkan rekor dunia, tapi tidak diakui, karena lapangan belum disertifikat oleh dunia internasional IOC.

Baca juga: Yoris Wutun, Anak Petani Lembata Tampil di Forum PBB New York

Untuk itu,  NTT harus menyiapkan diri agar venuenya bisa diakui oleh dunia internasional. Sehingga jika ada atlet Indonesia memecahkan rekor dunia, maka rekor tersebut akan dicatat dunia, bukan hanya dicatat di Indonesia atau NTT.

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved