Tawuran Antara Pelajar di Ende

Pasca Tawuran Antar Pelajar STM dan SMKN 1 Ende, Polres Ende Amankan 200 Pelajar

Pihak kepolisian dari Polres Ende telah mengamankan sebanyak 200 pelajar dari STM Ende pasca tawuran antar pelajar antara STM Ende dan SMKN 1 Ende.

TRIBUNFLORES.COM/
DIAMANKAN - Ratusan pelajar dari STM Ende diamankan di Mapolres Ende, Kamis 29 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Pihak kepolisian dari Polres Ende mengamankan sebanyak 200 pelajar dari STM Ende pasca tawuran antar pelajar antara STM Ende dan SMKN 1 Ende.

Selain mengamankan ratusan pelajar, polisi juga mengamankan sejumlah guru yang ada di sekolah tersebut untuk menjadi saksi.

Kapolres Ende, AKBP. Andre Librian mengatakan hal itu kepada media ini saat ditemui Polres Ende, Kamis 29 September 2022 sore.

Andre mengungkapkan, memang tawuran antar pelajar kedua sekolah tersebut kerap terjadi. Bahkan belum sampai seminggu, tawuran antar kedua pelajar lembaga pendidikan menengah itu kembali pecah pada hari ini.

Baca juga: Oknum Guru Diduga Provokasi Siswa STM dan SMKN 1 Ende Saling Lempar Batu

 

Akibat dari kejadian tersebut menyebabkan kerusakan gedung sekolah dan kerusakan motor milik Kapolsek Ende, Ipda Syafruddin yang pada saat itu berusaha melerai para pelajar STM.

"Untuk hari ini kita sudah amankan kurang lebih 200 orang dari pelajar STM Ende," ujarnya.

Kapolres mengaku, selain mengamankan ratusan pelajar dari STM Ende, polisi juga mengamankan sejumlah guru di STM Ende. Setelah mengamankan para pelajar pihaknya mendata para pelajar guna mengetahui siapa yang menjadi pelaku dalam kejadian tersebut.

"Kita sementara mendata anak-anak ini, dengan melihat video-video yang sudah beredar. Bahwa mereka sudah melakukan tindakan pidana secara bersama-sama sebenarnya. Mereka melakukan pengrusakan bangunan dengan pasal 170 KUHP junto pasal 406 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," jelasnya.

Baca juga: Mobil Mewah dan Sepeda Motor Tanpa Dokumen Ditahan Polres Ende

 

Dalam melakukan proses hukum, ungkap Andre, pihaknya menerapkan perlakuan hukum khusus kepada para pelajar tersebut sebab mereka semua masih anak-anak dengan umur masih dibawah 18 tahun.

"Tahapan hukumnya bisa kita lakukan pembinaan. Apabila kita pandang telah meresahkan maka kita bisa terapkan hukum dengan tetap memperhatikan hak-hak anak," terangnya.

Pasca kejadian tersebut, kata Andre, pihaknya berencana akan mengundang orangtua dari pelajar untuk memberi pembinaan bahwa orangtua memiliki tanggung jawab dalam memberikan pembinaan terhadap anak.

"Karena selain anak-anak mendapat pembinaan terutama dari sekolah, tapi di rumah orangtua juga harus memberi pembinaan kepada anak-anak karena ini sudah menjadi tanggung jawab bersama," jelasnya.

Baca juga: Viral di Medsos, Foto Tahanan Polres Ende Selfie Sambil Merokok dan Pakai Topi Polisi

Ia berharap, para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa dapat menunjukan prestasi baik itu prestasi akademik maupun prestasi non akademik seperti prestasi pada bidang ekstrakurikuler.

"Ende sebagai Kota Pancasila seharusnya menunjukan nilai-nilai Pancasila sejak dini. Ini juga menjadi PR kita bersama baik itu sekolah, para guru, dinas, stakeholder lainnya untuk membina anak-anak menjadi generasi penerus bangsa yang baik," pungkasnya. (tom)

Berita Tawuran Antar Pelajar di Ende Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved