Riwayat Santo dan Santa Katolik
Riwayat Santo dan Santa Katolik Hari Ini, Teresa dari Avila Perawan dan Pujangga Gereja
Santo dan santa Katolik. Hari ini, Jumat 15 Oktober 2022, Gereja Katolik memperingati (peringatan wajib) Santa Teresa dari Avila.Dia Pujangga Gereja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Inspirasi-Pater-Jais-Teresa-dari-Avila.jpg)
Di sana ia tinggal di asrama dengan disiplin yang keras. Cara hidup di dalam asrama itu membuat ia insyaf akan perilakunya yang kurang pada tempatnya.
Baca juga: Jadwal Kebaktian Minggu 16 Oktober 2022 di Gereja GMIT Kalvari Maumere
Sayangnya, ia sakit-sakitan dan akhirnya terpaksa kembali ke rumah setelah satu setengah tahun belajar di sekolah itu.
Pada 1538, tatkala berusia 21 tahun, ia masuk Biara Karmelit Inkarnasi di Avilla dengan nama “Teresa dari Yesus”.
Baginya, kehidupan membiara adalah jalan terbaik untuk menyelamatkan jiwanya sendiri dan jiwa orang lain.
Namun, meskipun ia berhati teguh, hidupnya tampak kurang bergairah. Ia akrab dengan saudara-saudaranya dan tetangga sekitar.
Oleh karena itu, hatinya masih tertambat pada keluarganya, dan tidak tega untuk berpisah terus. Sebab, di rumah ia selalu senang dan tenteram, serta akrab sekali dengan saudara - saudaranya dan tetangga dekat.
Di biara ia memang melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Namun, ia bersikap acuh tak acuh terhadap kehidupan rohaninya, bahkan memandang remeh dosa-dosanya.
Baca juga: Profil dan Motto Tahbisan Imam Diakon Paping, Akan Ditahbiskan Menjadi Imam di Katedral Ruteng
Batinnya semakin kacau ketika ayahnya meninggal dunia. Ia jatuh sakit keras dan selama empat hari berada dalam keadaan koma seperti orang yang mendekati ajal. Kemudian, selama tiga tahun ia lumpuh.
Dalam penderitaan itu, ia banyak berdoa dan bersemadi sehingga hidup rohaninya berkembang pesat. Dia dikaruniai banyak rahmat sehingga sering mengalami ekstase.
Pengalamanpengalaman rohani itu membuat hatinya dipenuhi semangat cinta ilahi. Pada 1560 dalam extasenya, ia pernah menyaksikan kesengsaraan orang - orang di dalam neraka.
Sejak itu, ia mengalami suatu pertobatan batin yang radikal dan berdoa agar Yesus memperkenankan dia melayani-Nya dengan penuh kesetiaan. Dia pun berikrar untuk selalu berbuat yang lebih baik sesuai dengan kehendak Allah.
Baca juga: Kalimat yang Diucapkan Uskup Ruteng di Hadapan Jenazah Mgr. Hubertus Leteng
Pada usia 50-an, Teresa mencita - citakan suatu biara kecil di mana beberapa orang suster menghayati dengan lebih sungguh aturan-aturan asli Karmelit.