Berita Lembata
Ratapan Ibu Korban Cebur Diri di Laut Lembata,Ama Pergi Kemana
Sampai hari keenam pencarian Antonius Deko Hingan belum ditemukan setelah ia melompat diri dari atas kapal motor penyeberangan Ranaka,Rabu lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/DIKUNJUNGI-PEMDA-LEMBATA.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, RICKO WAWO
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Air mata Antonia Bita Lamabelawa tak terbendung menyambut kedatangan tim SAR gabungan yang sudah enam hari mencari putranya Antonius Deko Hingan menceburkan diri di perairan Laut Lembata.
Pemuda 28 tahun itu dinyatakan hilang setelah melompat dari atas Kapal Motor (KM) Ranaka yang menyeberang dari Kota Kupang ke Lembata pada Rabu, 12 Oktober 2022 sekitar pukul 04.00 Wita.
"Ama e... kau pergi kemana? Ama e... No ee kau pergi kemana? Ama ee... Tulang punggung saya punya. Ama. No ee... Ama sayang."
Antonia meratap sembari menyebut nama anak sulungnya itu. Wajahnya kusut. Tubuhnya lunglai. Kondisi tampak beda dengan suaminya Hendrikus Uhe Hingan yang lebih tegar mendampingi istrinya.
Baca juga: Anggota Pos TNI AL Lembata Gagalkan Pengiriman Enam Ton Rumput Laut ke Makassar
Tim SAR Gabungan pada Senin, 17 Oktober 2022 bertemu keluarga di Kawasan Berdikari, Kelurahan Lewoleba, Kota Lewoleba untuk menyampaikan hasil pencarian Antonius. Tim SAR Gabungan beranggotakan Basarnas Maumere, Polair Polres Lembata, anggota Pos TNI AL Lembata dan BPBD Kabupaten Lembata.
Kepala Kantor Pencarian Pertolongan Kelas B Maumere melalui Koordinator Abdul Azis Sumby mengungkapkan pencarian Antonius telah dimulai pada Rabu, 12 Oktober 2022. Pencarian sudah dilakukan semaksimal mungkin di laut. Namun, Antonius belum juga ditemukan.
"Kendalanya gelombang tinggi dan arusnya tidak bisa diprediksi dan cuaca hujan dan kabut," ungkap Abdul Azis Sumby.
Pada Minggu, tim memperluas pencarian sampai di wilayah perairan Batu Lobang. Kemudian diperluas 2 mil dari Batu Lobang. Tim SAR Gabungan juga menyisir sampai ke Pantai Lamakera, Pulau Solor, Flores Timur.
Baca juga: Hari Ketiga Tim SAR Gabungan Belum Temukan Pria Lembata Terjun ke Laut
"Sampai hari keenam, kami perluas area pencarian, tapi masih nihil. Mereka juga sudah informasikan ke nelayan untuk lapor kalau ada tanda tanda penemuan," tandasnya.
Sesuai prosedur operasi standar, batas waktu pencarian tim SAR gGabungan hanya tujuh hari. Namun, jika ada tanda tanda penemuan maka informasi bisa disampaikan ke Basarnas Maumere untuk ditindaklanjuti.
Keluarga Minta Cari Lagi
Perwakilan keluarga, David Vigis Koban mengucapkan terima kasih kepada tim SAR Gabungan yang sudah maksimal melakukan pencarian Antonius Deko Hingan.
Namun mereka minta tambahan tiga hari waktu pencarian karena keluarga juga baru saja menggelar ritual adat Lamaholot di laut pada Senin, 17 Oktober 2022 hari ini.
Baca juga: Muatan Lokal Basis Budaya Diajarkan di SD sampai SMP di Lembata Diapreasiasi Pegiat Budaya
Atas permintaan ini, Pemda Lembata, ASDP dan Tim SAR Gabungan masih melakukan koordinasi supaya pencarian dilakukan sampai hari kesepuluh atau ditambah tiga hari lagi.